USG untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi, Akuratkah?

usg untuk mengetahui jenis kelamin

Bagi calon orangtua, sangat menyenangkan bisa mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan. Salah satunya soal jenis kelamin bayi. Untuk mengetahui jenis kelamin bayi, diperlukan tes yang baru bisa dilakukan ketika usia kandungan memasuki trimester ketiga. Itupun harus dilakukan dengan bantuan dokter kandungan melalui proses USG.

Pertanyaan mengenai jenis kelamin bayi seringkali diutarakan kepada dokter kandungan. Meski demikian, untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu diagnosa khusus lewat USG ataupun tes pranatal. Nah, seperti apa metode ini bekerja? Simak penjelasan berikut ini!

Apa Itu USG?

USG merupakan sebuah metode medis untuk melakukan diagnosis kehamilan, terutama untuk mengetahui jenis kelamin janin yang sudah berusia 18-20 minggu.  Akan tetapi, ketika kondisi kehamilan terdeteksi mengalami gangguan, USG bisa dilakukan lebih cepat dan dengan frekuensi yang intens.

Terapi menggunakan USG ini dilakukan dengan cara mengalirkan gelombang bunyi yang langsung diarahkan pada janin di bagian perut ibu. Gelombang yang dialirkan akan dipancarkan kembali dan membentuk gambar di layar komputer. Dari gambar yang dihasilkan itulah, dokter bisa memprediksi kondisi kandungan serta jenis kelamin bayi.

Pemeriksaan dengan metode ini juga bisa dilakukan antara lain untuk hal-hal di bawah ini:

  • Menentukan usia bayi
  • Mendiagnosis kehamilan ektopik
  • Mengecek kehamilan lebih dari satu janin
  • Melihat kondisi plasenta                        
  • Melihat kemungkinan cacat lahir
  • Memastikan kadar cairan amniotik
  • Memastikan kematian pada janin bila terjadi

Keakuratan USG dalam Memprediksi Jenis Kelamin

Mencari tahujenis kelamin bayi menggunakan USG sudah banyak dilakukan di dunia medis. Keakuratan metode ini juga sudah terbukti pada banyak pasangan di dunia, ketika menentukan jenis kelamin buah hati mereka.

Melalui metode ini, keakuratan ditentukan oleh posisi bayi ketika mendengarkan gelombang bunyi. Jika posisinya tidak tepat, kemungkinan harus dilakukan tes ulang di kemudian hari.

Dengan mengetahui jenis kelamin bayi, para orang tua bisa mempersiapkan keperluan bayi lebih maksimal. Selain mengetahui jenis kelamin calon bayi lewat USG para orang tua pun bisa mengurangi risiko buruk yang mungkin akan terjadi.

Amankah Melakukan USG?

Menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui kondisi kehamilan dijamin aman dan terbukti tidak memberikan efek samping bagi ibu maupun bayi. Namun, bukan berarti bahwa metode ini boleh dilakukan begitu saja. Ibu hamil juga harus melalui pemeriksaan tertentu untuk bisa dinyatakan membutuhkan terapi gelombang bunyi tersebut.

Tes Lain untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Selain USG, ada cara lain untuk mengetahui jenis kelamin bayi, yaitu tes prenatal, dengan cara memasukkan jarum ke rahim untuk mengeluarkan sejumlah kecil cairan ketuban. Tes ini biasanya diberikan kepada ibu dengan usia kandungan 35 atau lebih.

Ada juga tes chorionic villus sampling (CVS) dengan melihat kromosom bayi. Tes ini biasanya dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Namun, tes ini jarang dilakukan.

Bagaimana dengan metode memprediksi jenis kelamin lewat detak jantung atau bentuk perut ibu saat mengandung? Banyak ahli kandungan yang menyatakan bahwa metode ini mitos belaka. Jadi, mengetahui jenis kelamin bayi hanya bisa dilakukan lewat tes dan saat posisi bayi mendukung.

Read More