Syarat Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Yang Berhenti Bekerja

Dulu dikenal dengan naman Jamsostek, atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan memberikan harapan bagi para pekerja Indonesia. Keberadaannya sebagai sebuah asuransi baik bagi pekerja formal maupun non-formal memberikan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja yang mungkin dapat terjadi. Tidak berhenti sampai di situ saja, BPJS Ketenagakerjaan juga membeirkan jaminan hari tua (JHT) dan jaminan kematian. Para peserta BPJS Ketenagakerjaan diperbolehkan untuk melakukan proses klaim uang JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 100 persen. Hal tersebut diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, yang mana merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2015 tentang semua Penyelenggaraan Program JHT (Jaminan Hari Tua). Dengan peraturan tersebut, para peserta yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan apapun dapat mengambil JHT sesuai dengan jumlah saldo yang dimiliki 100%. Selain untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti bekerja, dana JHT tersebut juga dapat diambil oleh keluarga pekerja yang meninggal dunia, atau para peserta yang mengalami kecelakaan dan menderita cacat tetap. Pekerja yang sudah berusia 56 tahun juga diperbolehkan untuk mengambil JHT tersebut. Adapun syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan bagi mereka yang telah berhenti bekerja adalah sebagai berikut.

Syarat pencarian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang berhenti bekerja

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti bekerja, baik karena alasan resign (mengundurkan diri) ataupun mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berhak mencairkan dana JHT yang dimilikinya. Pembayaran saldo JHT tersebut akan dilangsungkan secara tunai setelah peserta memenuhi masa tunggu satu bulan terhitung mulai dari tanggal surat resign atau tanggal PHK diterbitkan. Adapun syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan akibat berhenti bekerja karena mengundurkan diri adalah:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Melampirkan surat keterangan resign (pengunduran diri) dari perusahaan asli dan fotokopi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Tidak banyak berbeda dengan syarat klaim dana JHT bagi peserta yang resign, adapun syarat bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah sebagai berikut:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Bukti persetujuan bersama (harus sudah didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Syarat pencarian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang berusia 56 tahun atau sudah pensiun

Tidak harus menunggu berhenti bekerja atau di-PHK bagi Anda untuk mengambil dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki. Apabila Anda adalah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah berusia setidaknya 56 tahun, Anda berhak mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki sebesar 100 persen.  Hal ini juga berlaku bagi Anda yang sudah pensiun. Adapun sebelum Anda mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan baik kantor pusat maupun cabang, Anda perlu membawa persayaratan berikut ini.

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Surat keterangan perusahaan asli dan fotokopi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Itulah tadi syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila Anda membawa syarat-syarat yang diminta dengan lengkap, proses pencairan tidak akan memakan banyak waktu. Lengkapi syaratnya dan ambil hak Anda sekarang juga.

Read More

Beberapa Kondisi yang Menyebabkan Keringat Dingin

Pernahkah Anda berkeringat yang cukup banyak padahal sedang tidak kegerahan atau melakukan aktivitas fisik yang berat? Jika pernah, itulah yang disebut dengan istilah keringat dingin. Keringat dingin dikenal dengan istilah medis diaphoresis.

Keringat dingin ini sering muncul di bagan-bagian seperti telapak tangan dan kaki, serta ketiak. Setelah diusut sebab-sebabnya, keringat dingin muncul lantaran respons tubuh kita terhadap kondisi “tidak beres” di diri kita, baik itu berkaitan dengan fisik maupun psikologis. Namun, keringat dingin berkait erat dengan hormon adrenalin. Oleh karenanya, ketika Anda sedang gugup, deg-degan, atau memikirkan sesuatu yang membuat Anda cemas, biasanya keringat dingin akan muncul dengan sendirinya.

Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata ada banyak sekali kondisi yang juga dapat menyebabkan keringat dingin, lho. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  • Mual atau Vertigo

Seseorang biasanya akan mengalami keringat dingin saat mual. Walau begitu, hal ini tidak selalu pasti. Selain itu, pengidap vertigo juga dapat membuat mendapatkan kondisi ini. Gangguan yang menyebabkan pusing ini dapat menyebabkan keluarnya keringat dingin ketika terjadi.

  • Infeksi dan Sepsis

Salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang mengalami keringat dingin adalah infeksi. Hal ini disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Pada kebanyakan kasus, infeksi menyebabkan jaringan tubuh kamu meradang ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi.

Kamu juga dapat mengalami keringat dingin ketika terserang sepsis. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan merespons infeksi pada perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh penting lainnya. Sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal, sehingga membuat darah dan oksigen sulit masuk dan pada akhirnya menyebabkan keringat dingin.

  • Syok

Gangguan ini terjadi ketika tubuh harus bereaksi terhadap suatu kondisi yang ekstrem atau terjadinya cedera parah. Ketika tubuh kamu mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah dengan normal. Syok yang terjadi menimbulkan gejala keringat dingin. Gangguan ini dapat berdampak fatal apabila tidak segera diobati.

  • Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan sakit parah untuk waktu yang lama. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena tubuh merespons rasa sakit.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika gula darah pada tubuh kamu turun ke bawah ambang normal. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan gula darah, yang berakibat juga pasokan oksigen yang masuk menurun. Jika ini terjadi, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.

  • Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Hipoksia bisa terjadi saat menghirup asap, atau pergi ke tempat yang tinggi di mana pasokan udara berkurang. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya seperti kesulitan bergerak, kehilangan fokus, dan sulit bernapas.

  • Hipotensi

Gangguan ini terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis. Penurunan tekanan darah ini adalah hal yang normal terjadi ketika kamu tidur atau melakukan sedikit aktivitas. Walau begitu, hipotensi dapat berkembang menjadi gangguan serius, sehingga otak atau organ penting lainnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  • Menopause

Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis seiring dengan berakhirnya siklus menstruasi. Sejurus dengan datangnya hot flash secara tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok. Gejala umum menopause lainnya termasuk kesulitan tidur, perubahan suasana hati, dan penambahan berat badan.

***

Kira-kira itulah beberapa penyebab atau kondisi yang mendorong keluarnya keringat dingin. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengelola emosi dan mental Anda sebaik mungkin. Tindakan medis mungkin dapat diberikan tergantung dari apa penyebab keringat dingin yang Anda derita.

Read More

Waspada Ketergantungan Akibat Penggunaan Obat Penenang

Obat penenang bukan hal yang asing bagi masyarakat kita. Sayangnya, informasi terkait hal tersebut banyak kita terima dari berita-berita penyalahgunaan yang dilakukan oleh para figur publik.

Sebenarnya, apa itu obat penenang dan bagaimana cara kerjanya?

Mekanisme kerja obat penenang

Sebagian orang mengalami gangguan cemas serta kesulitan tidur. Untuk mengatasi hal tersebut, dokter biasanya memberikan obat penenang. Jadi, sebetulnya obat penenang boleh digunakan selama dalam pengawasan dokter. Tentu saja, dokter telah mempertimbangkan bahwa pasien yang bersangkutan membutuhkan perawatan dengan obat penenang.

Mengapa obat penenang dapat mengatasi gangguan cemas atau kesulitan tidur?

Di dalam otak, sel-sel saraf dapat berkomunikasi dengan bantuan senyawa yang disebut neurotransmitter. Secara sederhana, neurotransmitter merupakan jembatan bagi komunikasi yang terjadi antar sel saraf.

Ketika masuk ke dalam tubuh, obat penenang akan merangsang produksi neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) di otak. Meningkatnya jumlah produksi GABA di otak akan memperlambat komunikasi antar sel saraf atau dalam kata lain memperlambat aktivitas otak. Efeknya, orang yang meminum obat penenang tersebut akan merasa rileks, tenang, kemudian mengantuk.

Terdapat beberapa kelompok obat penenang, jenis yang paling umum digunakan adalah golongan benzodiazepin dan barbiturat. Masing-masing dengan tujuan penggunaan yang berbeda.

Golongan benzodiazepin biasa diberikan dokter untuk mengatasi masalah gangguan kecemasan, panic attack, serta stres akut. Sedang kelompok barbiturat, lazim sekali diresepkan untuk mengatasi gangguan tidur dalam jangka pendek.

Waspadai ketergantungan

Kerja obat penenang pada sistem GABA, membuatnya sangat efektif untuk mengatasi kecemasan dan memudahkan seseorang tertidur. Akan tetapi, efek samping dan toleransi obat di baliknya, perlu diwaspadai.

Sebagai contoh, penggunaan obat penenang aman untuk mengatasi gangguan tidur bila digunakan dalam jangka pendek dan di bawah pengawasan dokter. Tetapi, setelah penggunaan rutin untuk waktu cukup lama, obat penenang tersebut kehilangan dayanya untuk membuat tertidur. Hal ini terjadi karena tubuh mulai mengalami resistensi, sehingga dibutuhkan dosis obat yang lebih tinggi untuk merasakan efeknya kembali.

Kondisi tersebut berpeluang sangat besar untuk membuat seseorang ketergantungan atau adiksi. Ketergantungan yang timbul dapat berupa ketergantungan fisik dan psikis.

Secara fisik, tubuh Anda menjadi tidak nyaman sekali dan kesulitan beristirahat ketika penggunaan obat penenang dihentikan. Sementara ketergantungan secara psikis, dapat dilihat dari munculnya perasaan cemas ketika Anda berpikir untuk menghentikan penggunaan obat penenang. Anda sudah berpikir tidak akan bisa tidur tanpa obat penenang, meskipun hal tersebut belum terjadi dan baru Anda pikirkan.

Dampak ketergantungan obat penenang

Dampak terburuk dari ketergantungan, tentu saja terjadinya overdosis dan kematian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko timbulnya penyakit kanker dan penyakit jantung meningkat pada orang yang ketergantungan obat penenang.

Pada tahap awal, ketergantungan juga ditandai dengan situasi psikologis orang tersebut menjadi mudah kesal dan kecemasan meningkat. Kemudian, akan muncul kesulitan tidur karena resistensi obat. Mual dan muntah juga sangat mungkin dialami.

Pada titik tertentu, orang yang mengalami ketergantungan obat penenang dapat mengalami kejang serta kehilangan kesadaran.

Apabila Anda memiliki keluarga yang menggunakan obat penenang, perlu diperhatikan apakah ada tanda-tanda ketergantungan tersebut. Anda perlu sangat waspada, saat orang tersebut mulai merasakan kelelahan ekstrim, pupil matanya mengecil, serta pernapasan dan detak jantungnya melambat. Kondisi-kondisi tersebut merupakan tanda-tanda overdosis obat penenang. Segeralah mencari bantuan medis apabila terjadi hal-hal di atas.

Maka dari itu, penting sekali untuk menggunakan obat penenang hanya jika disarankan dokter. Penggunaannya pun benar-benar sesuai anjuran dokter dan hanya menggunakan jenis obat tersebut di bawah pengawasan dokter.

Read More

Cara Mengobati Kencing Manis dengan Daun Brotowali

Daun brotowali menyimpan begitu banyak manfaat, termasuk untuk mencegah diabetes.

Diabetes Mellitus atau merupakan nama latin dari kencing manis merupakan suatu kondisi kadar gula gula dalam tubuh seseorang telah mencapai atau melebihi batas normal pada umumnya. Perlu diketahui bahwa untuk mengatasi penyakit yang termasuk dalam jenis kronos atau penyakit jangka panjang bisa dengan menggunakan daun brotowali.

Komplikasi dapat ditimbulkan jika seseorang mengalami kencing manis, komplikasi ini berhubungan pada beberapa organ vital dalam tubuh manusia. Seperti diantaranya jantung, ginjal, pembuluh darah hingga susunan saraf yang tentunya sangat berbahaya. Jika tidak segera ditangani, beberapa kemungkinan penyakit ini bisa mengancam keselamatan penderitanya.

Manfaat Daun Brotowali

Tanaman brotowali merupakan salah satu jenis herbal yang memiliki khasiat cukup tinggi dalam mengobati masalah kencing manis. Daun ini memiliki senyawa aktif yang fungsinya mampu untuk mengembalikan fungsi sel beta yang kemudian menghasilkan kadar insulin yang cukup dan dibutuhkan bagi tubuh.

Selain dapat digunakan untuk untuk mengobati kencing manis, khasiat lain dari brotowali adalah untuk menyembuhkan luka. Cara yang harus dilakukan pun sangat mudah, yakni hanya dengan mengoleskan tumbukan brotowali pada area atau bagian tubuh yang tengah dalam kondisi luka secara rata.

Sementara itu, terdapat cara tersendiri untuk mendapatkan khasiat dari jenis tumbuhan ini untuk digunakan sebagai alternatif pengobatan kencing manis. Beberapa langkah ini harus dilakukan dengan benar agar manfaat dari daun tersebut bisa didapatkan. Berikut ini cara memanfaatkan brotowali sebagai alternatif untuk pengobatan kencing manis.

Sediakan batang brotowali sepanjang 5 cm, dengan 8 helai daun kumis kucing ditambah dengan 10 helai daun sambiloto.

Setelah dipersiapkan, cucu bersih bahan-bahan tadi dengan menggunakan air yang benar-benar bersih.

Setelah itu, potong batang brotowali dengan ukuran yang kecil, setelah itu rebus semua bahan dengan menggunakan air sebanyak 600 ml.

Biarkan hingga mendidih, hingga air tersisa 400 ml. Setelah itu, angkat dan tuang air rebusan brotowali dengan menggunakan saringan, dan sudah bisa dikonsumsi.

Meski diklaim dapat digunakan untuk mengobati kencing manis, hingga kini belum ada satu penelitian yang menyebutkan bahwa brotowali bisa digunakan untuk mengobati. Selebihnya, berikut ini terdapat beberapa manfaat kesehatan yang dipercaya bisa didapatkan dari brotowali.

  • Pengobatan Diabetes

Brotowali bisa digunakan untuk pengobatan diabetes, ini menjadi manfaat paling populer dari jenis tumbuhan tradisional tersebut. Mampu meningkatkan insulin dan memicu penyerapan glukosa ke otot, tidak hanya untuk pengobatan tetapi juga bisa untuk mencegah jika ditemukan gejala meningkatnya tekanan gula darah.

  • Menurunkan Tekanan Darah

Brotowali juga dapat menurunkan tekanan darah, lebih tepatnya adalah untuk menurunkan tekanan darah. Aliran darah yang lancar bisa mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan dari penumpukan kolesterol, lemak, dan zat lain pada dinding pembuluh arteri.

  • Menjaga Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung juga bisa didapat dengan mengonsumsi brotowali, penyebab penyakit jantung paling banyak ditemui adalah adanya tekanan darah tinggi dan juga penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan kadar kolesterol LDL yang tinggi. Brotowali memiliki antioksidan yang mampu menekan LDL dalam darah dan mampu mencegah penyumbatan.

  • Mengatasi Infeksi Kulit

Manfaat daun brotowali selanjutnya adalah untuk mengatasi masalah infeksi kulit, dengan menggunakan air rebusan brotowali yang dibalurkan pada luka. Hal ini dapat mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat penyembuhan pada luka yang diakibatkan oleh bakteri, virus hingga jamur ini.

Read More

Apa-Apa Saja yang Mesti Diketahui Terkait Tes IQ

hal yang perlu diketahui mengenai tes IQ anak.

IQ atau intelligence quotient yang dalam padanan bahasa Indonesianya disebut “kecerdasan intelektual” merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Tingkat atau “skor” IQ seseorang bisa diketahui melalui tes IQ. Tidak terkecuali, anak-anak yang dapat mengikuti tes IQ anak bahkan ketika masih di bangku sekolah dasar.

Tes IQ adalah metode ukur dengan menggunakan serangkaian komponen yang telah terstandarisasi. Tes ini didesain oleh Wechsler dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1930. Skala pengukuran tes IQ merujuk pada tes Alpha and Beta yang populer pada masanya untuk menguji para pasukan militer Perang Dunia I.

Setelah melalui perjalanan yang panjang, saat ini diketahui bahwa rata-rata IQ manusia di seluruh dunia ada di poin 100. Jika seseorang punya skor IQ lebih dari 100, ia tergolong jenius dibandingkan rata-rata manusia lainnya. Sementara, jika skor IQ-nya kurang dari 100, artinya tingkat kognitif mereka berada di bawah rata-rata berdasarkan standar yang telah “disepakati”.

Komponen dalam Tes IQ

Untuk mengukur kecerdasan seseorang, tidak bisa hanya melihat satu faktor saja. Dalam tes IQ, ada empat komponen yang diujikan, yaitu:

  • Kecerdasan verbal

Meliputi kemampuan memahami, menggunakan, dan mempelajari bahasa. Kemampuan menangkap teks dan kekayaan kosakata merupakan indikator kecerdasan verbal yang tinggi.

  • Kecerdasan numerik

Meliputi kemampuan berhitung. Kemampuan berhitung adalah metode tradisional yang sangat umum untuk mengukur kecerdasan seseorang.

  • Kecerdasan spasial

Meliputi kemampuan menyelesaikan problem spasial yang kompleks.

  • Kecerdasan logika

Meliputi kemampuan menurut suatu masalah secara logis dan beralasan.

Rentang Skor Hasil Tes IQ

Setelah mengantongi skor IQ, angka-angka yang tertulis di sana sudah disepakati menjadi penentu tingkat kecerdasan intelektual seseorang. Berikut ini gambaran rentangan skor IQ yang berasal dari Resing and Blok (2002):

  • Skor di atas 130, artinya sangat jenius. Jumlah populasi: 2,1 persen. 
  • Skor 121-130, artinya jenius. Jumlah populasi: 6,4 persen.
  • Skor 111-120, artinya di atas rata-rata. Jumlah populasi: 15,7 persen.
  • Skor 90-110, artinya rata-rata. Jumlah populasi: 51,6 persen.
  • Skor 80-89, artinya di bawah rata-rata. Jumlah populasi: 15,7 persen.
  • Skor 70-79, artinya mengalami gangguan kognitif. Jumlah populasi: 6,4 persen.

Beberapa Fakta Tentang Tes IQ

  • Tes IQ pertama kali dilakukan untuk mendeteksi keterbelakangan mental

Tes kecerdasan ini seringkali digunakan untuk mendeteksi kecerdasan dan kesuksesan karier seseorang. Padahal tes ini semula digunakan untuk mendeteksi adanya keterbelakangan mental. Dulu, skor tes IQ di bawah 70 dianggap sebagai keterbelakangan mental.

  • IQ dipengaruhi oleh lingkungan

Faktor lingkungan, seperti nutrisi, kondisi sosial ekonomi, stres, dukungan, dan perilaku sosial sangat mempengaruhi skor IQ. Para peneliti juga menemukan bahwa kualitas pendidikan seseorang sangat berpengaruh terhadap tinggi rendah skor yang diperoleh seseorang.

Fakta tentang IQ ini juga didukung oleh sebuah studi yang menyebutkan bahwa skor tes IQ seseorang bisa saja meningkat seiring dengan meningkatnya usia sosial. Ini terjadi karena dengan adanya pertambahan usia, seseorang tentunya akan bertambah wawasan dan pendidikannya (Flynn Effect).

  • Tes IQ cenderung bias budaya dan etnis

Salah satu kritik yang sering ditujukan untuk tes ini adalah sensitivitas pengukurannya terhadap budaya dan etnis seseorang; terutama ketika menyangkut budaya timur dan barat. Alasannya, tes ini belum mempertimbangkan tingkat kognitif, kemampuan komunikasi, serta nilai-nilai yang dianut oleh etnis dan budaya setempat.

  • Batita yang terpapar junk food ternyata memiliki IQ yang lebih rendah

Banyak para peneliti yang memberikan kesimpulan bahwa anak-anak yang mulai mengenal junk foods di usia kurang dari 2 tahun akan mengalami penurunan skor kecerdasan begitu mereka memasuki usia 8 tahun.

Sebaliknya, anak-anak yang mengkonsumsi makanan tinggi vitamin dan mineral, justru memberikan hasil yang lebih baik.

  • Menyusui masih dianggap sebagai salah satu faktor yang bisa meningkatkan IQ seseorang.

Keyakinan ini bisa jadi didasarkan pada fakta bahwa anak-anak yang memiliki hubungan dekat dengan ibunya akan lebih merasa aman dan nyaman. Kedua hal tersebut merupakan faktor yang mendukung tingkat kecerdasan seseorang. Namun, penelitian terakhir menyebutkan bahwa tidak ada kaitan antara IQ dengan menyusui setelah anak berusia lebih dari 2 tahun.

  • Seseorang dengan IQ tinggi ternyata juga cerdas secara sosial

Bertahun-tahun kita sering mendapat gambaran bahwa orang dengan IQ tinggi biasanya lebih suka menarik diri dari pergaulan, sibuk dengan pelbagai penelitian, dan sangat kuno dalam berpakaian.

Meskipun berkorelasi, tidak berarti menjadi penyebab utama; dan fakta tentang IQ terbaru telah membuktikan bahwa seseorang dengan IQ tinggi biasanya juga berhasil dalam pendidikan sekaligus kompetensi sosialnya.

Kira-kira itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait Tes IQ, pengetahuan atau informasi terkait serba-serbi Tes IQ ini bisa membantu kita memahami lebih jauh dan lebih jernih terkait “hitung-hitungan kecerdasan” ini.


Read More