Inilah Pengobatan Absestosis

Merupakan penyakit paru-paru yang muncul disebabkan karena paparan serat asbes dalam jangka waktu yang panjang disebut dengan absestosis. Penyakit ini cukup berbahaya, karena gejala yang muncul baru bertahun-tahun setelah seseorang sudah terlebih dahulu terpapar serat asbes. Tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi seseorang yang ingin memakai bahan bangunan yang satu ini.

Asbes adalah salah satu jenis mineral yang pada umumnya dipakai untuk atap bangunan, bahan ini tidak akan membahayakan kesehatan jika kondisinya masih bagus dan baik. Namun apabila sudah rusak, asbes bisa mengeluarkan debu halus yang mengandung serat asbes. Serat asbes merupakan penyebab utama seseorang mengidap penyakit paru-paru.

Pengobatan Absestosis

Diagnosis dari penyakit ini adalah dokter akan menanyakan gejala awal yang dialami para pasien beserta riwayat penyakit dan terkait pekerjaan pasien apakah berkaitan dengan kondisi rentan terpapar debu asbes. Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan termasuk fisik dan pemeriksaan fisik pada dada.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemindaian dengan Rontgen dada dan CT scan, tujuannya adalah melihat gambaran mengenai kondisi paru-paru. Dilanjutkan dengan tes fungsi paru, gunanya untuk mengetahui fungsi pernapasan dan mengukur jumlah serta tes kecepatan udara yang dihirup dan dihembuskan oleh penderita.

Terakhir adalah melakukan pengambilan sampel jaringan yang disebut biopsi terkait cairan yang terdapat di dalam paru-paru, tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kelainan di dalam paru-paru tersebut. Ketika diagnosa sudah diketahui, nantinya dokter akan menyarankan pasien melakukan pengobatan jika ternyata terbukti mengidap penyakit ini.

Tujuan dilakukannya pengobatan adalah meredakan gejala dan memperlambat pertumbuhan penyakit seta mencegah komplikasi. Berikut ini terdapat beberapa metode pengobatan yang nantinya akan dilakukan oleh para pasien atau penderita penyakit ini.

  • Pemberian oksigen dengan tujuan mengatasi kekurangan oksigen yang diakibatkan adanya gangguan pernapasan.
  • Terapi rehabilitasi pada paru-paru, tujuannya untuk membantu agar paru bisa bekerja secara lebih efektif.
  • Pasien juga akan diberikan teknik pernapasan, selain itu jika pasien sudah mengalami penurunan fungsi paru maka disarankan untuk tranplantasi atau cangkok paru-paru.

Ketika menjalani masa pengobatan penderita diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan dokter secara rutin, pemindaian dan tes fungsi paru secara berkala akan dilakukan dokter guna mengetahui sampai mana perkembangan dari pengobatan yang dilakukan para pasien. Terdapat beberapa hal yang nantinya disarankan dokter agar dijalankan oleh para pasien, seperti berikut ini.

  • Sebisa mungkin menjauhi paparan debu asbes, supaya penderita tidak semakin berada dalam kondisi memburuk.
  • Apabila pasien adalah perokok aktif maka sebisa mungkin menghentikan kebiasaan tersebut dan berusaha untuk menjauhi asap rokok.
  • Melakukan vaksinasi flu dan pneumonia, tujuannya adalah untuk mengurangi risiko dari adanya infeksi paru-paru.

Pencegahan Absestosis

Sebagai cara terbaik untuk mencegah adanya infeksi penyakit ini yang paling utama adalah menghindari paparan asbes. Terlebih bagi seseorang yang bekerja di bidang yang rentan terhadap paparan asbes. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan pelindung wajah dan pakaian khusus ketika sedang bekerja, seperti memakai masker dan lain sebagainya.

Apabila bangunan rumah menggunakan asbes dan sudah rusak, segera diganti dengan bahan lain yang lebih aman. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa asbes rusak merupakan penyebab utama seseorang bisa terkena penyakit paru-paru ini. Guna pencegahan lebih awal, segera lakukan pemeriksaan ke dokter setelah muncul gejala penyakit ini supaya mendapat penanganan tepat.

Read More

Mengenal Dampak Pola Asuh Otoriter Terhadap Kepribadian Anak

Pemilihan pola asuh sama sekali bukan hal yang mudah. Dilatarbelakangi oleh banyak faktor, kadang orang tua memilih untuk menerapkan pola asuh otoriter.

Tidak ada yang menyatakan bahwa mengasuh anak adalah hal yang mudah. Namun, menerapkan pola asuh otoriter yang cenderung menuntut anak untuk selalu menuruti keinginan orang tua juga bukanlah pilihan ideal. Baik bagi anak, maupun orang tua sendiri.

Sebelum bicara terkait dampak pola asuh tersebut kepada kepribadian anak, mari kita kenali terlebih dahulu ciri-ciri dari pola asuh otoriter ini.

Ciri pola asuh otoriter

Pola asuh ini biasanya berangkat dari keyakinan orang tua bahwa perilaku anak harus dibentuk dengan standar yang ketat. Tidak heran, dalam pelaksanaannya gaya pengasuhan ini cenderung keras, mengendalikan, memiliki tuntutan yang tinggi, dengan penghargaan yang sangat minimal terhadap anak.

Lebih jelas, di bawah ini adalah ciri-ciri pola asuh otoriter:

1. Banyak aturan

Biasanya, dalam pola asuh otoriter ada banyak sekali aturan orang tua yang harus diikuti oleh anak. Hampir setiap aspek kehidupan anak akan diatur oleh orang tua, termasuk bagaimana anak harus bersikap di rumah dan di depan umum.

Bagian yang sangat menyedihkan dan membingungkan bagi anak, mereka tidak pernah mendapat penjelasan mengapa aturan-aturan tersebut perlu diikuti.

2. Sikap orang tua cenderung dingin

Pujian dan dukungan bukanlah hal yang akan diperoleh anak yang tumbuh dalam pola asuh otoriter. Orang tua cenderung dingin dan kasar, lebih banyak meneriaki dan mengomel. Orang tua juga jarang sekali mau mendengarkan anak. Pokoknya, hal terpenting adalah menerapkan kedisiplinan.

3. Komunikasi satu arah

Hampir tidak ada komunikasi dari hati ke hati antara orang tua dan anak yang ada dalam pola asuh otoriter. Keputusan akan diambil secara sepihak oleh orang tua. Anak tidak akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan, tidak akan mendapat penjelasan mengapa keputusan tersebut perlu diambil, tetapi anak harus mematuhi dan menyetujui setiap keputusan.

4. Penerapan hukuman yang kasar

Dalam pola asuh otoriter, rasa takut dijadikan alat untuk mengontrol anak. Saat anak membuat kesalahan, orang tua tidak akan mengajaknya berdiskusi dan menjelaskan letak kesalahan tersebut, tapi akan menghukum anak dengan penuh marah dan kasar. Tak sedikit yang bahkan melibatkan tindak kekerasan fisik.

5. Tidak memberi pilihan pada anak

Orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter bertindak sangat dominan. Jangankan untuk mengambil keputusan atau memilih, anak bahkan tidak akan diberi kesempatan untuk sekadar menyampaikan pendapatnya.

Dampaknya bagi anak

Sudah dapat dibayangkan, anak yang tumbuh dalam pola asuh otoriter akan tertekan. Tidak ada kehangatan yang diperolehnya dan ia hidup dalam rasa takut yang cenderung konstan.

Banyak kasus menunjukkan, tingkat depresi anak yang tumbuh dalam pengasuhan otoriter ini cenderung tinggi. Anak juga menjadi takut mengemukakan pendapat, sulit mengambil keputusan, dan memiliki keterampilan sosial yang kurang baik.

Tingkat harga diri anak pun cenderung rendah dan anak tidak familier dengan kehangatan. Bahkan, beberapa anak jadi menganggap bahwa kekerasan merupakan sesuatu yang normal untuk dilakukan. Terlebih pada orang tua yang kerap melakukan hukuman dalam bentuk kekerasan fisik, rata-rata anak memiliki masalah perilaku. Sebagai contoh, anak menjadi pribadi yang sangat agresif di luar rumah.

Pola asuh otoriter ini kerap bersifat turun-temurun. Anak yang diasuh dalam pola tersebut, besar kemungkinan akan mengasuh anaknya dengan pola yang sama. Menimbang besarnya dampak negatif dari pola asuh ini, maka pola asuh otoriter sangat tidak disarankan.

Read More

Menilik Perbedaan Asam Askorbat dan Asam Sitrat

Asam askorbat alami biasanya bersumber buah-buahan sitrus seperti jeruk

Dalam menjalankan mekanismenya, tubuh membutuhkan beragam zat agar berlangsung dengan lancar. Salah satu zat yang dibutuhkan adalah asam askorbat. Tubuh membutuhkan zat itu untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin c. Sebab, begitu banyak fungsi vitamin c dalam serangkaian mekanisme kerja tubuh.

Tubuh Anda membutuhkan vitamin C untuk pertumbuhan jaringan, perbaikan dan penyembuhan luka. Vitamin C juga mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel-sel dari zat-zat yang merusak DNA.

Fakta di lapangan menyebutkan bahwa ada sesuatu yang memiliki peran dan fungsi serupa dengan asam askorbat, yakni asam sitrat. Pertanyaannya adalah, apakah asam sitrat itu benar-benar identik dengan asam askorbat sehingga keberadaannya bisa untuk menggantikan asam askorbat? Berikut penjelasannya:

Definisi dan Pengertian

Untuk dapat mengidentifikasi keduanya, kita harus mengerti dahulu secara mendetail mengenai apa itu asam askorbat dan asam sitrat.

  • Asam Askorbat

Asam askorbat adalah nama bahan kimia alami dari vitamin C. Zat ini banyak ditemukan dalam buah, meski tak sedikit pula sayuran yang mengandung asam askorbat. Buah-buahan seperti jeruk, limau, hingga kiwi merupakan deretan jenis yang banyak mengandung asam askorbat. 

Menurut National Institutes of Health, kecukupan gizi yang dianjurkan untuk vitamin C adalah sebesar 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria. Sedangkan untuk perokok, memerlukan tambahan vitamin C sekitar 35 mg setiap hari.

Vitamin C termasuk dalam vitamin larut air dan tidak dapat disimpan dalam tubuh jika asupannya berlebihan. Beberapa bahan makanan seperti buah dan sayur akan berkurang kandungan vitamin C-nya saat terkena panas, sehingga asam askorbat dapat ditambahkan kembali ke makanan untuk meningkatkan atau mengganti vitamin C yang hilang selama proses memasak.

Sementara itu, asam askorbat umumnya digunakan untuk mengobati dan mencegah kekurangan vitamin C atau yang biasa disebut dengan skorbut (penyakit kekurangan vitamin C pada tubuh).

  • Asam sitrat

Sebenarnya asam sitrat tidak jauh berbeda dengan asam askorbat. Perbedaan yang paling kentara adalah senyawa ini merupakan buatan manusia atau sintetis. Asam sitrat juga memiliki antioksidan dan merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus citrus. Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang bisa digunakan sebagai penambah rasa asam pada makanan dan minuman ringan. 

Beragam Fungsi

Sifat utama asam askorbat dan asam sitrat merupakan antioksidan. Hal itu menjadikan keduanya dapat membantu menghilangkan oksigen selama proses produksi dan penyimpanan makanan. Oleh karena itu, baik asam askorbat dan asam sitrat memiliki fungsi utama sebagai penjaga kesegaran makanan dan rasa. Meski memang ada beragam fungsi lain dari keduanya.

Asam sitrat merupakan pengawet yang lebih umum digunakan, karena harganya lebih murah dan tersedia dalam jumlah banyak. Asam sitrat juga dapat menurunkan pH makanan dan minuman sehingga membantu cegah pertumbuhan bakteri dan mikroba.

Sedangkan asam askorbat melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk mempertahankan warna alami pada makanan tertentu, terutama buah-buahan, sayuran dan bahkan daging yang bisa berubah menjadi kecokelatan ketika terkena oksigen.

Mengenai Rasa

Kedua senyawa ini sama-sama digunakan dalam pengolahan makanan. Akan tetapi ada perbedaan rasa yang dapat mempengaruhi produk makanan yang dicampurkan.

Asam askorbat memiliki rasa yang sedikit pahit dan masam, sedangkan asam sitrat memiliki rasa yang tidak terlalu getir dan masam sehingga lebih disukai untuk meningkatkan rasa makanan seperti kue, minuman soda, minuman kemasan, dan permen.

Itulah beberapa hal yang sekiranya bisa membantu Anda mengidentifikasi perbedaan di antara asam askorbat dan asam sitrat. Kendati keduanya sama-sama dibutuhkan oleh tubuh, tetapi penggunaan yang tidak bertanggung jawab (berlebihan) bisa saja menimbulkan masalah kesehatan. 

Read More

Risiko Chemical Peel Sendiri di Rumah

Tidak diragukan lagi bahwa banyak orang terutama perempuan ingin mempunyai wajah yang putih, bersih dan terlihat segar. Tak sedikit perempuan yang melakukan segara cara baik menggunakan berbagai macam produk kosmetik hingga menjalani perawatan Chemical Peel. Meski demikian, salah satu perawatan wajah ini bisa saja merusak wajah jika dilakukan dengan asal.

Tujuan perawatan ini memang baik yakni memperbaiki dan membuat lembut lapisan kulit terluar yang sudah rusak. Namun, perawatan ini juga bisa membuat kulit wajah mengelotok hingga memerah seperti terbakar. Hal ini diakibatkan karena adanya pengelupasan kulit ketika melakukan perawatan wajah ini, dampak lainnya adalah gampang terserang flek atau bintik hitam.

Dampak Chemical Peel

Elastisitas pada kulit akan berkurang jauh jika kulit tersebut menjadi tipis dan biasanya akan sangat sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, kulit tidak memiliki pigmen yang cukup melindunginya dari penuaan dini. Hal ini membuat seseorang memerlukan perawatan ekstra, alasannya karena kulit tak jarang terlihat menampakkan garis-garis harus.

Pakar kulit dan kelamin, Dr Retno Iswari Tranggono, SpKK menyebut bahwa tidak benar-benar ada istilah beauty is pain. Menurutnya kulit cantik dan sehat bukan merupakan hasil dari perawatan dengan cara instan. Melainkan menggunakan perawatan yang benar-benar rutin dan selalu terjaga kondisinya.

Diakui oleh Dr Retno Iswari Tranggono, SpKK bahwa kulit perempuan Indonesia tidak akan pernah seputih kulit perempuan Jepang atau China. Hal ini berdasar pada melalin atau zat warna kulit yang terdapat di dalam tubuh perempuan Aisa sudah cukup banyak. Hal ini berdampak pada proses pemutihan maka pigmen yang seharusnya menolak sinar matahari malah berkurang.

Lebih lanjut, diakui oleh Retno Iswari bahwa teknik pengelupasan atau peeling yang dilakukan baik menggunakan alat atau krim saat ini memang memberikan hasil yang instan. Namun, misalnya satu kali lepas dari penggunaan krim pengelupasan maka wajah secara otomatis akan kembali menjadi hitam.

Tak hanya membuat wajah kembali hitam, sekali berhenti melakukan pemakaian produk krim peeling tersebut bisa lebih parah dari itu. Misalnya seperti membengkak, muncul bintik-bintik putih dan hitam hingga jerawat ganas. Meski demikian, jika seseorang sudah dalam kondisi ini, terdapat beberapa cara untuk mengobatinya.

Dampak yang paling dikhawatirkan adalah jika krim yang digunakan mengandung zat pemutih seperti merkuri, Retin A dan hydroquinon. Beberapa kandungan ini jika digunakan akan masuk ke pembuluh darah dan menimbulkan pembengkakan, paling parah bisa menimbulkan kanker kulit hingga merusak ginjal dan hati.

Salah satu dampak paling parah penggunaan peeling secara mandiri di rumah bisa dialami ibu hamil. Dampak buruk ini bisa disebabkan karena beberapa kandungan yang disebutkan di atas, bahan-bahan tersebut bisa membuat keracunan pada embrio, teratogenic hingga munculnya cacat pada janin ibu hamil.

Terlepas dari Chemical Peel yang dianggap merupakan cara instan untuk merawat kulit, terdapat cara yang lebih aman. Pada dasarnya kulit manusia mengalami pertumbuhan setiap 21 hari untuk melakukan regenerasi. Nantinya kulit mati bisa diangkat menggunakan scrub atau dengan menggunakan alat micro dermabration atau teknik mengangkat kulit mati dengan bubuk abrasi.

Cara tersebut membuat lapisan kulit tanduk akan terangkat, selain itu untuk melakukan perawatan scrubbing seseorang tak perlu menunggu berumur lebih dari 20 tahun karena bisa dilakukan sejak usia 17 tahun. Berbeda dengan peeling dan micro dermabration yang baru bisa dilakukan mulai umur 30 tahun.

Read More

Perhatikan Make Up Anak, Walau Cuma Berwujud Mainan

Ketika berdandan apakah si kecil diam-diam memperhatikan Anda? Jika ya, Anda harus mulai berhati-hati dan melakukan pengawasan ketika anak mencoba merias wajahnya dengan make up yang Anda pakai. Rasa penasaran juga mungkin tumbuh ketika ia menonton tutorial make up anak yang banyak terdapat di internet.

Ketika anak mulai meminta untuk dibelikan perangkat make up, sebaiknya Anda alihkan dahulu rasa penasaran mereka dengan memberinya make up mainan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan risiko padanya. Sebab, biar bagaimana juga make up yang tersedia di pasaran tak diperuntukkan bagi anak-anak.

Kendati Anda memberikan make up anak mainan, Anda juga wajib selektif dan mencari informasi yang akurat mengenai keamanan produk tersebut. Jika nantinya salah memilih produk make up anak, kesehatan si kecil akan menjadi taruhannya. Pasalnya kulit anak jauh lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Sebagai orang tua harus memastikan betul-betul keamanan bahan pembuatan mainan makeup anak yang akan dibeli.

Tips Memilih Mainan Make Up Anak

Biasanya para ibu masih bingung ketika memilih mainan make up anak. Apakah produk yang sudah sesuai standar, memiliki sertifikasi halal, dan lulus BPOM sehingga menjamin keamanan saat dipakai oleh anak? Apakah nantinya akan membuat wajah anak menjadi iritasi serta gatal?  Berikut beberapa tips sebelum membelikan mainan kosmetik untuk anak :

  • Cocokkan dengan umurnya

Ini adalah hal pertama yang harus dipastikan saat orang tua membelikan mainan apa pun untuk anak, tak terkecuali mainan make up. Ini juga penting diperhatikan ketika kita berniat membelikan mainan untuk hadiah anak saudara atau anak sahabat.

  • Cek keamanan produk

Rata-rata semua mainan yang dijual di rak mainan aman untuk bayi, diembel-embeli label khusus, seperti food grade, SNI, BPOM, label halal, dan sebagainya. Memang benar, sebagian besar mainan itu aman, namun ada hal-hal pribadi yang perlu diperhatikan.

Lihat komponen yang terdapat dalam mainan make up anak. Apakah kaca riasnya mudah lepas dan akhirnya bisa melukai si kecil? Apakah tutup pensil alisnya terlampau runcing sehingga bisa melukai bayi, misalnya tercolok ke mata?

Apakah ada sekrup kecil yang mudah lepas dan tertelan? Apakah catnya terlalu mudah mengelupas, sehingga bisa termakan oleh anak? Hal- hal kecil seperti ini juga harus ikut diperhatikan juga untuk menghindari hal buruk terjadi dan demi keamanan si kecil ketika bermain.

  • Cek komposisi bahan pembuatan produk

Komposisi ini penting mengingat beberapa anak memiliki riwayat kulit sensitif. Sebagian besar mainan make up anak mungkin tidak mencantumkan komposisi, tetapi ada baiknya ibu mencari tahu lebih  banyak soal ini, terlebih jika mainan make up anak tersebut didatangkan dari luar negeri.

Komposisi yang dimaksud khususnya pewarna.  Apakah bahan pewarna untuk kosmetik anak tersebut aman? Pastikan bahan pewarna tersebut tidak mengandung zat kimia berbahaya yang dapat membahaykan anak saat memainkannya.

  • Beli make up yang mudah dibersihkan

Pilihlah produk kosmetik anak yang mudah dibersihkan, baik itu cat kuku, lipstik, lipgloss, dan sebagainya. Kosmetik yang mudah dihapus biasanya jarang sekali menimbulkan iritasi kulit pada anak.

  • Sesuaikan dengan karakter anak

Sekarang banyak sekali produk kosmetik yang bertemakan untuk anak. Misalnya tema-tema Princess Disney, Barbie, maupun Hello Kitty. Kosmetik ini akan membuat anak tidak cepat bosan memainkannya. Mereka juga lebih telaten untuk menyimpan dan menghemat penggunaannya, sehingga mainan tidak cepat rusak.

Itu dia beberapa tips yang bisa diperhatikan dan dipahami saat membelikan make up yntuk anak. Para orang tua juga wajib memberikan edukasi terlebih dahulu kepada anak hal-hal apa saja yang boleh dilakukan ketika bermain rias-merias. Misalnya, jika di dalam suatu produk terdapat lipstick ataupun lipgloss biasanya produk tersebut memiliki aroma wewangian yang enak dan memiliki warna yang menarik, sehingga sebagai orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak jika produk tersebut tidak boleh dijilat ataupun dimakan.

Jika para Ibu masih khawatir dengan keamanan make up anak yang akan dibeli, Anda bisa memberikan anak produk make up yang dijamin aman seperti bedak padat khusus balita, pelembab wajah, atau produk make up anak yang sudah pasti teruji aman.

Read More

Apa itu Pemeriksaan Spirometri? Berikut Penjelasannya

Merupakan suatu metode pemeriksaan guna mengevaluasi fungsi paru dan mendiagnosis kondisi paru-paru disebut dengan nama spiometri. Dengan menggunakan alat ini, dokter akan meminta para pasien untuk bernapas pada alat tersebut, kemudian alat ini akan memberikan nilai pada fungsi paru-paru pasien tersebut.

Proses dilakukannya tes ini biasanya di rumah sakit dan tempat prakter dokter serta tidak memakan waktu yang lama hanya sekitar lima belas menit. Salah satu kondisi paru-paru yang ditunjukkan alat ini adalah seberapa banyak udara yang bisa dihirup dan dikeluarkan. Fungsi lain dari alat tes ini adalah untuk melakukan diagnose penyakit pada sistem pernapasan.

Penjelasan Spiometri

Alat tes ini juga bisa digunakan untuk melakukan diagnosis beberapa penyakit di sistem pernapasan, seperti di antaranya asma, penyakit paru obstruktif kronik atau dikenal dengan PPOK, asma, emfisema, firbrosis paru hingga bronchitis kronik. Terdapat beberapa prosedur yang harus dilalui pasien dalam melakukan tes ini.

Pasien memiliki 24 jam sebelum melakukan tes ini, dokter akan menyarankan pasien untuk berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Selain itu, pasien juga disarankan untuk melakukan olahraga berat dan konsumsi makan dalam jumlah besar beberapa jam sebelum melakukan proses tes ini. Namun, sangat tidak disarankan untuk mengenakan pakaian ketat.

Tes ini memiliki urutan yang harus dijalankan dengan tepat dan benar, untuk itulah mengapa tes ini hanya dilakukan oleh para ahli. Untuk mengawali proses ini, pasien akan diminta untuk duduk pada tempat yang telah disediakan oleh dokter. Setelah itu dokter akan menaruh alat seperti klip pada hidung yang berfungsi menutup kedua lubang hidung.

Dokter juga akan memasang sungkup atau masker untuk pernapasan di mulut, setelah itu dokter akan meminta pasien untuk menarik napas dalam-dalam dan menahannya selama beberapa detik. Lalu menghembuskan napas sekuat mungkin ke dalam masker pernapasan, pada umumnya tes ini dilakukan setidaknya tiga kali.

Hal tersebut diperlukan untuk memastikan hasil yang konsisten, jika pemeriksaan sudah dilakukan dan hasil sudah didapat, dokter akan melihat nilai fungsi paru pasien. Pasca dilakukan tes ini, dokter biasanya akan memberi pasien obat bronkodilator hirup, fungsi obat ini adalah melebarkan jalan napas. Kemudian, setelah 15 menit akan dilakukan tes kembali.

Efek yang kemungkinan ditimbulkan karena pemeriksaan ini adalah pasien akan merasa sediki pusing disertai sesak napas setelah melakukan pemeriksaan. Selain itu, tes ini bukan sembarang dilakukan terhadap seseorang, terdapat beberapa kondisi khusus yang membuat seseorang harus menjalani pemeriksaan ini.

Beberapa penyakit tersebut di antaranya asma, fibrosis kristik dan fibrosis paru, tes spirometri mampu membantu dokter dalam menentukan tingkat keparahan penyakit di paru-paru. Namun demikian, pemeriksaan dilakukan juga harus dengan alasan yang kuat. Calon pasien terlebih dahulu harus berkonsultasi dengan dokter terkait.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit paru yang diakibatkan peradangan kronis, menyebabkan terhambatnya udara di paru-paru sehingga menimbulkan beberapa kondisi seperti sesak napas, mengi dan batuk. Tes ini biasanya dilakukan setiap satu hingga dua tahun untuk menilai fungsi pernasapan.

Konsultasi dilakukan agar dokter dan pasien sama-sama mengetahui adanya gangguan pada fungsi pernapasan. Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter juga akan menjelaskan hasil dari tes spiometri yang nantinya dapat menjadi dasar para pasien melakukan pengobatan lanjutan yang perlu dilakukan dan tentunya langkah yang tepat.

Read More

Tanda-tanda Kamu dan Pasangan Pacaran Sehat

Semua orang pastinya ingin memiliki hubungan percintaan yang harmonis dan langgeng. Namun, tentu saja, dalam setiap hubungan asmara, akan terjadi pertentangan ego, ideologi, dan emosi yang menjadi bumbu-bumbu romansa. Tidak jarang pertentangan ini dapat menyebabkan pertikaian konflik kepentingan. Singkatnya, bertengkar dengan pacar merupakan hal yang lumrah dalam sebuah hubungan. Bukan berarti sering berantem adalah tanda bahwa kamu tidak memiliki pacaran sehat. Namun, sesungguhnya, apa itu pacaran sehat yang sering digembar-gemborkan oleh para influencer itu?

Ada beberapa poin atau tanda bahwa kamu dan pasangan melakukan pacaran sehat. Mulai dari komunikasi yang baik, dekat secara intim, selalu jujur dengan pasangan, hingga mampu saling menjaga komitmen yang dibangun. Secara detail, tanda-tanda pacaran sehat adalah sebagai berikut:

  • Komunikasi yang dimiliki sangat baik

Seperti yang dikatakan sebelumnya, berantem merupakan hal yang lumrah dalam suatu hubungan. Yang membedakan pertengkaran yang baik dan tidak dalam pacaran sehat adalah bagaimana Anda dan pasangan menyelesaikan perselisihan tersebut. Di sinilah peran komunikasi memegang kunci dalam menentukan arah ke mana perselisihan tersebut akan berlanjut. Apakah resolusi berhasil dicapai atau malah menjadi semakin tidak terkontrol. Komunikasi yang baik dapat membuat konflik tersebut tidak berlarut-larut. Menurut Josh Zlatkus, seorang terapis kesehatan, untuk mencapai sebuah bentuk komunikasi yang baik, Anda harus memperhatikan beberapa faktor penunjang, seperti keterbukaan diri Anda dan pasangan akan satu sama lain. Dengan keterbukaan, Anda dapat menghindari pertengkaran dengan pasangan. Keterbukaan ini bisa mudah dilakukan, misalnya dengan memberitahu pasangan apabila Anda merasa tidak nyaman akan suatu hal atau memiliki masalah yang mengganjal pikiran. Komunikasi yang dibangun bersama pasangan juga harus konsisten. Setiap ada masalah, bicarakan dengan pasangan dan hindari menjauh atau tidak memberi kabar. Mustahil Anda memiliki hubungan pacaran sehat tanpa memiliki komunikasi yang baik dan efektif.

  • Jujur dengan pasangan itu penting

Tanda-tanda pacaran sehat juga tampak pada kepercayaan yang diberikan antar pasangan. Agar bisa memiliki kepercayaan yang kuat terhadap pasangan, Anda harus selalu jujur dalam segala hal. Hilangnya kepercayaan antar pasangan tidak hanya membuat pacaran menjadi tidak sehat saja, tetapi juga penuh kecurigaan dan pertikaian. Teruslah berusaha untuk jujur dengan pasangan seberapa pahit atau menyakitkan hal tersebut dilakukan.

  • Tergantung namun tetap mandiri

Salah satu tanda bahwa hubungan pacaran sehat dimiliki oleh Anda dan pasangan adalah masing-masing mampu hidup mandiri dan tidak terus ketergantungan ataupun menjadi beban. Dalam sebuah hubungan percintaan, dapat mengandalkan satu sama lain memang penting. Dan hal tersebut menunjukkan bahwa pacara Anda tidak hanya sehat namun juga kuat. Aakan tetapi, keseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan harus ada. Apabila Anda terlalu bergantung dengan pasangan, hubungan yang Anda miliki akan terasa sesak. Begitu pula apabila tidak ada ketergantungan dan masing-masing hidup mandiri seutuhnya, maka hubungan akan terasa longgar atau sesak. Di siini keseimbangan antara kemandirian dan ketergantungan memainkan peran yang besar dalam membentuk pacaran sehat. Anda bisa hidup mandiri tanpa merepotkan pacar jika tidak diperlukan, namun Anda tetap dapat mengandalkan pacar ketika dibutuhkan.

Tanda-tanda di atas dapat dijumpai apabila Anda dan pasangan memiliki hubungan pacaran sehat. Pacaran merupakan komitmen yang dibangun oleh dua individu berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Untuk itu, penting untuk terus menjaga komitmen tersebut dengan saling percaya, jujur, berkomunikasi yang baik, serta dapat mengandalkan satu sama lain.

Read More

Syarat Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Yang Berhenti Bekerja

Dulu dikenal dengan naman Jamsostek, atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan memberikan harapan bagi para pekerja Indonesia. Keberadaannya sebagai sebuah asuransi baik bagi pekerja formal maupun non-formal memberikan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja yang mungkin dapat terjadi. Tidak berhenti sampai di situ saja, BPJS Ketenagakerjaan juga membeirkan jaminan hari tua (JHT) dan jaminan kematian. Para peserta BPJS Ketenagakerjaan diperbolehkan untuk melakukan proses klaim uang JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 100 persen. Hal tersebut diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, yang mana merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2015 tentang semua Penyelenggaraan Program JHT (Jaminan Hari Tua). Dengan peraturan tersebut, para peserta yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan apapun dapat mengambil JHT sesuai dengan jumlah saldo yang dimiliki 100%. Selain untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti bekerja, dana JHT tersebut juga dapat diambil oleh keluarga pekerja yang meninggal dunia, atau para peserta yang mengalami kecelakaan dan menderita cacat tetap. Pekerja yang sudah berusia 56 tahun juga diperbolehkan untuk mengambil JHT tersebut. Adapun syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan bagi mereka yang telah berhenti bekerja adalah sebagai berikut.

Syarat pencarian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang berhenti bekerja

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti bekerja, baik karena alasan resign (mengundurkan diri) ataupun mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berhak mencairkan dana JHT yang dimilikinya. Pembayaran saldo JHT tersebut akan dilangsungkan secara tunai setelah peserta memenuhi masa tunggu satu bulan terhitung mulai dari tanggal surat resign atau tanggal PHK diterbitkan. Adapun syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan akibat berhenti bekerja karena mengundurkan diri adalah:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Melampirkan surat keterangan resign (pengunduran diri) dari perusahaan asli dan fotokopi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Tidak banyak berbeda dengan syarat klaim dana JHT bagi peserta yang resign, adapun syarat bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah sebagai berikut:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Bukti persetujuan bersama (harus sudah didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Syarat pencarian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang berusia 56 tahun atau sudah pensiun

Tidak harus menunggu berhenti bekerja atau di-PHK bagi Anda untuk mengambil dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki. Apabila Anda adalah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah berusia setidaknya 56 tahun, Anda berhak mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki sebesar 100 persen.  Hal ini juga berlaku bagi Anda yang sudah pensiun. Adapun sebelum Anda mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan baik kantor pusat maupun cabang, Anda perlu membawa persayaratan berikut ini.

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Surat keterangan perusahaan asli dan fotokopi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Itulah tadi syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila Anda membawa syarat-syarat yang diminta dengan lengkap, proses pencairan tidak akan memakan banyak waktu. Lengkapi syaratnya dan ambil hak Anda sekarang juga.

Read More

Beberapa Kondisi yang Menyebabkan Keringat Dingin

Pernahkah Anda berkeringat yang cukup banyak padahal sedang tidak kegerahan atau melakukan aktivitas fisik yang berat? Jika pernah, itulah yang disebut dengan istilah keringat dingin. Keringat dingin dikenal dengan istilah medis diaphoresis.

Keringat dingin ini sering muncul di bagan-bagian seperti telapak tangan dan kaki, serta ketiak. Setelah diusut sebab-sebabnya, keringat dingin muncul lantaran respons tubuh kita terhadap kondisi “tidak beres” di diri kita, baik itu berkaitan dengan fisik maupun psikologis. Namun, keringat dingin berkait erat dengan hormon adrenalin. Oleh karenanya, ketika Anda sedang gugup, deg-degan, atau memikirkan sesuatu yang membuat Anda cemas, biasanya keringat dingin akan muncul dengan sendirinya.

Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata ada banyak sekali kondisi yang juga dapat menyebabkan keringat dingin, lho. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  • Mual atau Vertigo

Seseorang biasanya akan mengalami keringat dingin saat mual. Walau begitu, hal ini tidak selalu pasti. Selain itu, pengidap vertigo juga dapat membuat mendapatkan kondisi ini. Gangguan yang menyebabkan pusing ini dapat menyebabkan keluarnya keringat dingin ketika terjadi.

  • Infeksi dan Sepsis

Salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang mengalami keringat dingin adalah infeksi. Hal ini disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Pada kebanyakan kasus, infeksi menyebabkan jaringan tubuh kamu meradang ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi.

Kamu juga dapat mengalami keringat dingin ketika terserang sepsis. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan merespons infeksi pada perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh penting lainnya. Sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal, sehingga membuat darah dan oksigen sulit masuk dan pada akhirnya menyebabkan keringat dingin.

  • Syok

Gangguan ini terjadi ketika tubuh harus bereaksi terhadap suatu kondisi yang ekstrem atau terjadinya cedera parah. Ketika tubuh kamu mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah dengan normal. Syok yang terjadi menimbulkan gejala keringat dingin. Gangguan ini dapat berdampak fatal apabila tidak segera diobati.

  • Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan sakit parah untuk waktu yang lama. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena tubuh merespons rasa sakit.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika gula darah pada tubuh kamu turun ke bawah ambang normal. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan gula darah, yang berakibat juga pasokan oksigen yang masuk menurun. Jika ini terjadi, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.

  • Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Hipoksia bisa terjadi saat menghirup asap, atau pergi ke tempat yang tinggi di mana pasokan udara berkurang. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya seperti kesulitan bergerak, kehilangan fokus, dan sulit bernapas.

  • Hipotensi

Gangguan ini terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis. Penurunan tekanan darah ini adalah hal yang normal terjadi ketika kamu tidur atau melakukan sedikit aktivitas. Walau begitu, hipotensi dapat berkembang menjadi gangguan serius, sehingga otak atau organ penting lainnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  • Menopause

Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis seiring dengan berakhirnya siklus menstruasi. Sejurus dengan datangnya hot flash secara tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok. Gejala umum menopause lainnya termasuk kesulitan tidur, perubahan suasana hati, dan penambahan berat badan.

***

Kira-kira itulah beberapa penyebab atau kondisi yang mendorong keluarnya keringat dingin. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengelola emosi dan mental Anda sebaik mungkin. Tindakan medis mungkin dapat diberikan tergantung dari apa penyebab keringat dingin yang Anda derita.

Read More

Waspada Ketergantungan Akibat Penggunaan Obat Penenang

Obat penenang bukan hal yang asing bagi masyarakat kita. Sayangnya, informasi terkait hal tersebut banyak kita terima dari berita-berita penyalahgunaan yang dilakukan oleh para figur publik.

Sebenarnya, apa itu obat penenang dan bagaimana cara kerjanya?

Mekanisme kerja obat penenang

Sebagian orang mengalami gangguan cemas serta kesulitan tidur. Untuk mengatasi hal tersebut, dokter biasanya memberikan obat penenang. Jadi, sebetulnya obat penenang boleh digunakan selama dalam pengawasan dokter. Tentu saja, dokter telah mempertimbangkan bahwa pasien yang bersangkutan membutuhkan perawatan dengan obat penenang.

Mengapa obat penenang dapat mengatasi gangguan cemas atau kesulitan tidur?

Di dalam otak, sel-sel saraf dapat berkomunikasi dengan bantuan senyawa yang disebut neurotransmitter. Secara sederhana, neurotransmitter merupakan jembatan bagi komunikasi yang terjadi antar sel saraf.

Ketika masuk ke dalam tubuh, obat penenang akan merangsang produksi neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) di otak. Meningkatnya jumlah produksi GABA di otak akan memperlambat komunikasi antar sel saraf atau dalam kata lain memperlambat aktivitas otak. Efeknya, orang yang meminum obat penenang tersebut akan merasa rileks, tenang, kemudian mengantuk.

Terdapat beberapa kelompok obat penenang, jenis yang paling umum digunakan adalah golongan benzodiazepin dan barbiturat. Masing-masing dengan tujuan penggunaan yang berbeda.

Golongan benzodiazepin biasa diberikan dokter untuk mengatasi masalah gangguan kecemasan, panic attack, serta stres akut. Sedang kelompok barbiturat, lazim sekali diresepkan untuk mengatasi gangguan tidur dalam jangka pendek.

Waspadai ketergantungan

Kerja obat penenang pada sistem GABA, membuatnya sangat efektif untuk mengatasi kecemasan dan memudahkan seseorang tertidur. Akan tetapi, efek samping dan toleransi obat di baliknya, perlu diwaspadai.

Sebagai contoh, penggunaan obat penenang aman untuk mengatasi gangguan tidur bila digunakan dalam jangka pendek dan di bawah pengawasan dokter. Tetapi, setelah penggunaan rutin untuk waktu cukup lama, obat penenang tersebut kehilangan dayanya untuk membuat tertidur. Hal ini terjadi karena tubuh mulai mengalami resistensi, sehingga dibutuhkan dosis obat yang lebih tinggi untuk merasakan efeknya kembali.

Kondisi tersebut berpeluang sangat besar untuk membuat seseorang ketergantungan atau adiksi. Ketergantungan yang timbul dapat berupa ketergantungan fisik dan psikis.

Secara fisik, tubuh Anda menjadi tidak nyaman sekali dan kesulitan beristirahat ketika penggunaan obat penenang dihentikan. Sementara ketergantungan secara psikis, dapat dilihat dari munculnya perasaan cemas ketika Anda berpikir untuk menghentikan penggunaan obat penenang. Anda sudah berpikir tidak akan bisa tidur tanpa obat penenang, meskipun hal tersebut belum terjadi dan baru Anda pikirkan.

Dampak ketergantungan obat penenang

Dampak terburuk dari ketergantungan, tentu saja terjadinya overdosis dan kematian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko timbulnya penyakit kanker dan penyakit jantung meningkat pada orang yang ketergantungan obat penenang.

Pada tahap awal, ketergantungan juga ditandai dengan situasi psikologis orang tersebut menjadi mudah kesal dan kecemasan meningkat. Kemudian, akan muncul kesulitan tidur karena resistensi obat. Mual dan muntah juga sangat mungkin dialami.

Pada titik tertentu, orang yang mengalami ketergantungan obat penenang dapat mengalami kejang serta kehilangan kesadaran.

Apabila Anda memiliki keluarga yang menggunakan obat penenang, perlu diperhatikan apakah ada tanda-tanda ketergantungan tersebut. Anda perlu sangat waspada, saat orang tersebut mulai merasakan kelelahan ekstrim, pupil matanya mengecil, serta pernapasan dan detak jantungnya melambat. Kondisi-kondisi tersebut merupakan tanda-tanda overdosis obat penenang. Segeralah mencari bantuan medis apabila terjadi hal-hal di atas.

Maka dari itu, penting sekali untuk menggunakan obat penenang hanya jika disarankan dokter. Penggunaannya pun benar-benar sesuai anjuran dokter dan hanya menggunakan jenis obat tersebut di bawah pengawasan dokter.

Read More