Kenali Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak Ibu Menyusui

Periode setelah dan selama kehamilan menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh ibu hamil, salah satunya adalah munculnya benjolan di payudara ketika menyusui. Tidak hanya itu, ibu menyusui juga kerap kali mendapati benjolan di ketiak saat menyusui.

Kondisi tersebut terkadang menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ibu menyusui. Berbagai pertanyaan seputar penyebab munculnya benjolan tersebut pun muncul, seperti apakah ia merupakan gejala kanker atau bukan? Jawaban selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

Mungkinkah benjolan di ketiak ibu menyusui merupakan gejala kanker?

Jaringan payudara pada dasarnya dapat mencapai ke bagian area ketiak. Benjolan di ketiak dapat juga berarti benjolan yang ada di payudara. Sementara itu, benjolan di payudara adalah salah satu gejala kanker payudara yang paling umum dikeluhkan oleh wanita. Namun, tidak semua benjolan di payudara adalah tanda atau gejala kanker payudara.

Ketika Anda mendapati benjolan di ketiak saat menyusui, perhatikanlah letak dan perkembangan benjolan tersebut dengan seksama.

Anda tidak perlu mengkhawatirkan apa pun, jika benjolan di ketiak tersebut mengecil atau bahkan hilang dalam beberapa minggu. Namun, Anda perlu waspada jika benjolan tak kunjung mengecil. Jika hal ini terjadi, maka segera konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter.

Ada pun ciri-ciri kanker payudara yang dapat menjadi penyebab munculnya benjolan di ketiak ibu menyusui, yaitu:

  • Adanya pembengkakan pada puting susu yang terjadi bukan karena ASI.
  • Mengalami rasa nyeri tak kunjung hilang pada bagian payudara.
  • Adanya iritasi atau perubahan kulit.
  • Terjadi retraksi puting atau kondisi puting yang cenderung masuk ke dalam.
  • Gejala pembengkakan, namun tidak diikuti disertai dengan benjolan.

Lalu, apa saja kemungkinan penyebab benjolan di ketiak selama periode menyusui seorang ibu?

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Pada dasarnya, kelenjar getah bening dapat membesar, melunak, maupun membengkak. Perubahan ini dapat Anda rasakan pada salah satu bagian ketiak maupun kedua lengan Anda.

Telah disebutkan, bahwa jaringan payudara dapat meluas hingga ke bagian ketiak. Hal tersebut menandakan bahwa kelenjar getah bening dapat menjadi penyebab munculnya benjolan di ketiak ibu menyusui. Pembengkakan kelenjar getah bening tersebut dapat disebabkan oleh infeksi dengan gejala yang serupa dengan mastitis.

  • Mastitis

Mastitis merujuk pada kondisi peradangan, pembengkakan, maupun penebalan jaringan pada payudara. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran air susu yang tersumbat atau pun karena alergi. Gejala mastitis yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Payudara terasa lebih sensitif.
    • Adanya kemerahan pada kulit yang muncul dalam pola serupa irisan.
    • Adanya rasa sakit atau sensasi terbakar ketika menyusui
    • Pembengkakan pada bagian payudara
    • Menggigil disertai sakit kepala dan gejala berupa flu. Demam yang dirasakan dapat mencapai suhu 38,3 derajat Celsius bahkan lebih.
  • Abses

Apakah Anda pernah mendengar abses? Abses adalah istilah yang merujuk pada sebuah benjolan yang bengkak dan disertai dengan rasa sakit. Khusus pada ibu menyusui, kondisi abses jarang sekali ditemui.

Kondisi ini akan berkembang jika mastitis atau pembengkakan ekstrem tidak diobati dengan cepat maupun benar. Jika ibu menyusui mengalami abses, bukan tidak mungkin ia akan merasakan adanya benjolan di sekitar bagian payudara. Benjolan tersebut umumnya berisikan nanah dan dapat menimbulkan rasa sakit.

Read More

Mengenal Disfungsi Seksual pada Pria dan Wanita

disfungsi seksual pria wanita

Masalah disfungsi seksual pria tidak hanya berhubungan masalah ereksi atau libido rendah. Hal yang sama juga bisa dikatakan pada disfungsi seksual wanita, yang tidak hanya seputar kekeringan vagina saja. Ada banyak variasi disfungsi seksual pria dan wanita lainnya, seperti sakit saat bersenggama, ketidakmampuan mencapai orgasme, dan hal lainnya yang perlu mendapat sorotan.

Banyak hal yang menyebabkan disfungsi seksual pria dan wanita namun banyak juga cara untuk mengatasi masalah seksual pada pria dan wanita ini. Oleh karena itu, ketahui lebih lanjut seputar disfungsi seksual pria dan wanita berikut ini.

Disfungsi Seksual Wanita

Disfungsi seksual wanita dikategorikan dalam beberapa kelainan: keluhan sakit, masalah hasrat, masalah rangsangan, dan kesulitan orgasme. Perubahan pada kadar hormon, kondisi medis, dan faktor lainnya bisa menjadi sumber masalah dibalik berbagai disfungsi seksual wanita ini.

Secara spesifik, berikut adalah berbagai disfungsi seksual wanita yang umumnya terjadi:

  • Kekeringan pada Vagina

Hal ini bisa menyebabkan libido rendah dan menimbulkan masalah dengan rangsangan dan hasrat bercinta. Seks bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan jika vagina tidak dilubrikasi dengan baik. Biasanya, vagina kering disebabkan oleh perubahan hormon yang muncul saat dan setelah menopause atau ketika menyusui. Masalah psikologis seperti cemas akan seks juga bisa mengakibatkan kekeringan vagina. Semua ini bisa berujung pada kekeringan vagina sehingga menurunkan semangat seksual pada wanita.

  • Libido Rendah

Kurangnya hasrat seksual juga bisa disebabkan oleh rendahnya kadar estrogen. Keletihan, depresi, kecemasan, dan pengaruh obat-obatan seperti antidepresan bisa mengakibatkan libido rendah.

  • Kesulitan Orgasme

Kelainan orgasme, seperti orgasme tertunda atau tidak mampu mengalami klimaks sama sekali, bisa memengaruhi baik pria maupun wanita. Pengaruh obat-obatan seperti antidepresan bisa menjadi salah satu penyebabnya.

  • Sakit saat Berhubungan

Sakit bisa datang dari penyebab yang diketahui, misalnya kekeringan pada vagina atau endometriosis. Tetapi terkadang penyebab sakit ini juga sulit dilacak. Kondisi medis vulvodynia atau vulvar vestibulitis adalah tipe sakit kronis saat berhubungan seks yang masih misterius hingga kini. Kondisi tersebut menyebabkan sensasi terbakar saat saat berhubungan badan.

Disfungsi Seksual Pria

Beberapa jenis disfungsi seksual pria, antara lain

  • Disfungsi Ereksi

Bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti diabetes atau darah tinggi, atau cemas karena antisipasi seks. Depresi, letih, dan stres juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

  • Masalah Ejakulasi

Ini termasuk juga ejakulasi dini dan ketidakmampuan ejakulasi sama sekali. Penyebabnya seperti obat-obatan (antidepresan), cemas karena seks, dan riwayat trauma seksual (misalnya pasangan tidak setia).

  • Libido Rendah

Masalah psikologi seperti stres, depresi, dan cemas akan seks bisa menyebabkan hasrat seksual yang rendah. Penurunan kadar hormon (terutama jika testosteron rendah), sakit fisik, dan pengaruh efek samping obat-obatan juga bisa menyebabkan gairah yang rendah.

Mengatasi Disfungsi Seksual

Jika Anda dan/atau pasangan mengalami disfungsi seksual, maka konsultasikanlah kepada dokter untuk mengatasinya. Beberapa langkah untuk mengatasi disfungsi seksual pria dan wanita, di antaranya

  • Mencari diagnosis akurat dan perawatan tepat atas kondisi medis tubuh
  • Berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan
  • Menghindari alkohol, merokok dan obat-obatan terlarang
  • Mengatasi stres, cemas, dan depresi
  • Lebih kreatif dan mencari cara-cara menghidupkan rutinitas seksual.

Komunikasi yang baik bisa menjadi solusi baik untuk masalah ranjang dengan pasangan, jadi mulailah diskusi terbuka, baik tentang keintiman fisik dan emosional. Jika Anda mencurigai adanya kondisi medis tertentu, berbicaralah pada dokter tentang solusi terbaik untuk kesehatan seksual Anda.

Read More