Manfaat Bedong Bayi yang Perlu Diketahui

Salah satu alasan mengapa para ibu suka membedong bayi adalah memberi kenyamanan dan beberapa alasan lain yang bagus. Salah satunya adalah agar bayi bisa menyesuaikan suhu tubuh segera setelah, namun demikian tidak sedikit yang belum tahu bagaimana cara bedong bayi yang benar dan mudah untuk dilakukan serta tidak membuat bayi merasa kesakitan.

Membedong bayi merupakan kebiasaan yang umum dilakukan sebelum abad ke-18, karena dinilai memberi banyak manfaat, praktik ini dilanjutkan bahkan hingga saat ini. Membedong bayi sangat bermanfaat bagi para orang tua, jika menginginkan bayinya tidur terlelap. Sehingga para orang tua juga bisa beristirahat dengan tenang saat malam hari.

Manfaat Bedong Bayi

Membantu Tidur Bayi Lebih Baik

Bayi akan terlindungi dari gerakan tiba-tiba saat terlelap tidur, sehingga kualitas tidur yang didapatkan juga akan maksimal. Sementara itu, usia bayi untuk berhenti dibedong bervariasi, tetapi pada umumnya setelah memasuki usia tiga bulan. Membedong memberikan kenyamanan seperti pada saat bayi di rahim, terlebih ketika digunakan ketika bayi tidur.

  • Mengurangi Tangisan Bayi

Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 di Wilhelmina Children’s Hospital dan di University Medical Center Ulbrecht dengan memonitor 398 bayi dari lahir hingga usia tiga bulan dengan pengelompokan dibedong dan tidak menyebutkan bahwa membedong bayi mampu menurunkan tangisan pada kelompok umur bayi tertentu.

  • Risiko Hip Dysplasia

Bayi yang dibedong memiliki risiko lebih tinggi mengalami hip dysplasia ketimbang bayi yang tidak dibedong. Hal ini ditunjukkan dengan sebanyak 17 persen bayi baru lahir memiliki tanda hip dysplasia yang biasanya hilang seiring waktu tanpa adanya penanganan. Bayi dengan hasil pemeriksaan fisik sehat bisa mengalami kondisi ini nantinya.

Cara Bedong Bayi

Ketika membedong bayi, hal yang diperhatikan adalah memastikan si bayi tidak terikat dan terlilit kain terlalu kencang. Perlu menyisakan sedikit ruang agar bayi bisa bergerak, selain itu juga untuk mengurangi risiko terjadinya dyplasia pinggul pada si bayi. Berikut ini beberapa langkah mudah untuk membedong bayi dengan aman.

  • Persiapkan kain yang nyaman, bisa menggunakan kain yang terbuat dari bahan 100 persen katun untuk memberikan kenyamanan pada bayi.
  • Letakkan kain pada bidang yang datar dan aman, sehingga ketika diaplikasikan pada bayi tidak menimbulkan bahaya.
  • Kemudian tarik ujung atas kain, jika bisa pastikan kain membentuk diamond, lalu letakkan bayi pada posisi di tengah kain tepat di atas ujung kain yang baru saja ditarik.
  • Perhatikan batas kain, harus sejajar dengan bahu bayi. Kemudian tarik ujung kain sebelah kiri dan kemudian lilitkan pada tubuh anak.
  • Untuk melilitkan kain ke tubuh anak bisa dilakukan dengan menarik lurus kain ke arah ujung bawah dan letakkan sisa kain di bawah tubuh si kecil.
  • Jika sudah mulai melilitkan, pastikan tangan si bayi tidak bergerak dan tetap berada di samping tubuhnya.
  • Kemudian tarik ujung kain satunya yakni kain sebelah kanan, tarik ke bawah bayi lalu lilitkan ke arah bawah tubuh bayi.
  • Jika masih ada sisa kain, bisa diikatkan pada bagian kaki si bayi. Namun, perlu diingat bahwa harus menyisakan ruang agar kaki bayi masih bisa leluasa untuk bergerak.
  • Jangan mengikat terlalu kencang, untuk menghindari kondisi dyplasia pinggul pada bayi, langkah terakhir dari cara bedong bayi adalah melipat dan menyematkan bagian bawah kain di ikatan si kecil, namun jika ingin membiarkan tetap panjang juga bisa.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*