Tips Memberi Makan Anak Picky Eater yang Hobi Memilih Menu

tips memberi makan anak picky eater

Masalah makanan memang membuat banyak orangtua pusing. Anak-anak di usia balita cenderung memilih makanan yang menurut mereka lezat saja. Sementara itu, mereka akan menolak atau melempar makanan lain yang tidak disukai.

Jangan khawatir, berikut adalah beberapa tips memberi makan anak “picky eater”:

1. Jangan Memaksa Anak untuk Makan

Jangan mengubah waktu makan menjadi “pertempuran”. Sebaliknya, buat acara makan menjadi momen yang menyenangkan.

Jika anak menolak, teruslah berusaha. Tawarkan beraneka jenis buah-buahan, sayuran, dan makanan orang dewasa lainnya.

2. Coba di Lain Hari

Apakah si kecil menolak brokoli dan membenci asparagus? Wajar saja! Sayuran tertentu kadang memiliki aroma dan rasa yang kuat, terutama setelah dimasak. Tidak masalah, Anda bisa bersabar, dan coba tawarkan lagi di lain hari.

3. Ajak Anak Memetik Sayuran atau Berbelanja

Agar anak mau mencoba makan sayuran, ajak mereka berbelanja ke toko sayuran atau memetiknya sendiri di kebun. Anak akan menjadi lebih antusias untuk menikmati sayuran yang mereka “panen” sendiri.

4. Batasi Minuman Berkalori

Hindari memberikan susu atau jus mendekati waktu makan. Jika anak minum terlalu banyak, mereka akan kenyang dan menolak makan.

Untuk anak usia 1-6 tahun, mereka hanya boleh minum jus setengah cangkir setiap hari. Selain itu, mereka juga masih harus minum 2 atau 3 gelas susu. Jadi, sebaiknya asupan minuman perlu dibatasi.

5. Hindari Makanan yang Terlalu Manis

Anak mungkin hanya memilih makanan yang manis ketimbang menu lain. Sebagai tips memberi makan anak picky eater, Anda bisa menawarkan camilan sehat yang mengandung gula alami. Seperti yogurt, buah-buahan, pisang, anggur, buah apel, dll.

6. Mengatur Rutinitas Makan

Tetapkan rutinitas makan yang sama setiap hari. Anak perlu makan sebanyak 6 kali setiap hari, termasuk 3x jam makan ditambah makan selingan. Untuk makanan camilan, tawarkan anak buah-buahan, sereal, sandwich, atau yogurt.

7. Menciptakan waktu Makan yang Menyenangkan

Tips memberi makan anak picky eater selanjutnya yang tak kalah penting adalah membuat suasana makan yang nyaman dan menyenangkan.

Buatlah anak tak sabar berada di ruang makan untuk bersantap bersama keluarga dan orangtua. Sebagai contoh, Anda bisa membentuk nasi dalam bentuk yang lucu menggunakan cetakan bintang, boneka, atau buah.

Ubah waktu makan menjadi permainan “siapa yang bisa menghabiskan semua makanan”. Atau, Anda bisa berpiknik bersama untuk perubahan suasana makan.

Dengan keteladanan yang baik, biasanya anak akan mencontoh orangtua. Apa yang dimakan orangtua, juga akan menginspirasi anak untuk mencoba kebiasaan makan tersebut. Mari, teruskan kebiasaan makan sehat beraneka buah-buahan dan sayuran untuk keluarga.

Read More

USG untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi, Akuratkah?

usg untuk mengetahui jenis kelamin

Bagi calon orangtua, sangat menyenangkan bisa mengetahui perkembangan bayi dalam kandungan. Salah satunya soal jenis kelamin bayi. Untuk mengetahui jenis kelamin bayi, diperlukan tes yang baru bisa dilakukan ketika usia kandungan memasuki trimester ketiga. Itupun harus dilakukan dengan bantuan dokter kandungan melalui proses USG.

Pertanyaan mengenai jenis kelamin bayi seringkali diutarakan kepada dokter kandungan. Meski demikian, untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu diagnosa khusus lewat USG ataupun tes pranatal. Nah, seperti apa metode ini bekerja? Simak penjelasan berikut ini!

Apa Itu USG?

USG merupakan sebuah metode medis untuk melakukan diagnosis kehamilan, terutama untuk mengetahui jenis kelamin janin yang sudah berusia 18-20 minggu.  Akan tetapi, ketika kondisi kehamilan terdeteksi mengalami gangguan, USG bisa dilakukan lebih cepat dan dengan frekuensi yang intens.

Terapi menggunakan USG ini dilakukan dengan cara mengalirkan gelombang bunyi yang langsung diarahkan pada janin di bagian perut ibu. Gelombang yang dialirkan akan dipancarkan kembali dan membentuk gambar di layar komputer. Dari gambar yang dihasilkan itulah, dokter bisa memprediksi kondisi kandungan serta jenis kelamin bayi.

Pemeriksaan dengan metode ini juga bisa dilakukan antara lain untuk hal-hal di bawah ini:

  • Menentukan usia bayi
  • Mendiagnosis kehamilan ektopik
  • Mengecek kehamilan lebih dari satu janin
  • Melihat kondisi plasenta                        
  • Melihat kemungkinan cacat lahir
  • Memastikan kadar cairan amniotik
  • Memastikan kematian pada janin bila terjadi

Keakuratan USG dalam Memprediksi Jenis Kelamin

Mencari tahujenis kelamin bayi menggunakan USG sudah banyak dilakukan di dunia medis. Keakuratan metode ini juga sudah terbukti pada banyak pasangan di dunia, ketika menentukan jenis kelamin buah hati mereka.

Melalui metode ini, keakuratan ditentukan oleh posisi bayi ketika mendengarkan gelombang bunyi. Jika posisinya tidak tepat, kemungkinan harus dilakukan tes ulang di kemudian hari.

Dengan mengetahui jenis kelamin bayi, para orang tua bisa mempersiapkan keperluan bayi lebih maksimal. Selain mengetahui jenis kelamin calon bayi lewat USG para orang tua pun bisa mengurangi risiko buruk yang mungkin akan terjadi.

Amankah Melakukan USG?

Menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui kondisi kehamilan dijamin aman dan terbukti tidak memberikan efek samping bagi ibu maupun bayi. Namun, bukan berarti bahwa metode ini boleh dilakukan begitu saja. Ibu hamil juga harus melalui pemeriksaan tertentu untuk bisa dinyatakan membutuhkan terapi gelombang bunyi tersebut.

Tes Lain untuk Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Selain USG, ada cara lain untuk mengetahui jenis kelamin bayi, yaitu tes prenatal, dengan cara memasukkan jarum ke rahim untuk mengeluarkan sejumlah kecil cairan ketuban. Tes ini biasanya diberikan kepada ibu dengan usia kandungan 35 atau lebih.

Ada juga tes chorionic villus sampling (CVS) dengan melihat kromosom bayi. Tes ini biasanya dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Namun, tes ini jarang dilakukan.

Bagaimana dengan metode memprediksi jenis kelamin lewat detak jantung atau bentuk perut ibu saat mengandung? Banyak ahli kandungan yang menyatakan bahwa metode ini mitos belaka. Jadi, mengetahui jenis kelamin bayi hanya bisa dilakukan lewat tes dan saat posisi bayi mendukung.

Read More

Panduan Lengkap Mempersiapkan Anak Masuk SD

persiapan anak masuk sd

Walaupun anak sudah menunjukkan kemandirian di tingkat taman kanak-kanak, transisi ke sekolah dasar (SD) tetap akan memberikan tantangan baru bagi mereka. Penting bagi orangtua untuk turut mempersiapkan segala sesuatu sebelum anak masuk SD agar dia semakin percaya diri. Ikuti dulu panduan lengkap mempersiapkan anak masuk SD berikut ini:

  • Hubungi pihak sekolah atau periksa lagi persyaratan pendaftaran sekolah. Beberapa sekolah mengharuskan riwayat vaksin atau dokumen penting lain yang harus sudah dipersiapkan sebelumnya.
  • Jadwalkan konsultasi dengan dokter supaya anak bisa diberikan vaksin flu atau vaksin lain yang dibutuhkan.
  • Pastikan seluruh informasi penting seputar antar jemput anak, nama-nama yang dihubungi saat darurat, dan informasi penting lainnya sudah diberikan secara lengkap ke pihak sekolah, termasuk pantangan makan, alergi, dan obat-obatan.
  • Atur transportasi anak dari jauh hari dan pastikan anak nyaman dengan supir atau layanan bus antar jemput.
  • Jika ada kegiatan sehabis sekolah, misalnya olahraga atau les musik, jelaskan pada anak tentang aktivitas ini dan bagaimana mempersiapkan diri.
  • Baca ulang peraturan izin atau cuti sakit anak di sekolah.
  • Jika orangtua bekerja, cari rencana alternatif jika anak harus tinggal di rumah karena sakit atau sedang libur singkat.

Selain tips di atas, berikut adalah beberapa tips penting lainnya seputar rutinitas sehari-hari anak yang dapat membantu mereka menyesuaikan diri dengan baik:

  • Ingatkan anak tentang keselamatan diri saat menggunakan jalan, misalnya saat turun dari kendaraan, berjalan ke sekolah atau kelas, menggunakan sepeda, membaca rambu-rambu, dan semacamnya.
  • Rencanakan cemilan sehat untuk waktu istirahat anak. Libatkan anak dalam proses mempersiapkan makanan ini supaya dia juga semakin sadar pentingnya memilih makanan sehat untuk dirinya.
  • Buat rutinitas setelah pulang sekolah, misalnya membersihkan diri, menyusun buku, membuat PR, dan hal lainnya.
  • Sediakan meja belajar atau tempat menaruh perlengkapan sekolah anak. Ajarkan anak untuk rutin menyusun seluruh kebutuhan sekolah dengan rapi dan lengkap.
  • Setiap malam sebelum tidur, ajak anak untuk menyediakan perlengkapan untuk keesokan hari, seperti mengeluarkan seragam dan mempersiapkan menu sarapan.
  • Tetap ikuti jadwal jam tidur yang sudah ditentukan. Temani anak dalam ritual sebelum tidur, misalnya menggosok gigi, mengganti pakaian tidur, dan membaca buku.
  • Satu peraturan yang wajib ada supaya persiapan bersekolah anak makin lancar adalah: Dilarang menyalakan televisi di pagi hari.

Dengan mengikuti tips mempersiapkan anak masuk SD di atas, membuat anak akan semakin mudah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan berbagai aktivitas barunya.

Read More

Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 21 Bulan

perkembangan anak 21 bulan

Sebagian besar anak 21 bulan umumnya sudah mengenal televisi. Pro dan kontra menonton televisi sudah bukan hal baru lagi dalam dunia parenting. Di satu sisi, banyak tayangan edukatif yang sangat bermanfaat untuk anak-anak. Namun di sisi lainnya, masalah seperti tayangan yang tidak sesuai umur, terlalu banyak menonton, hingga sulit tidur bisa berdampak dalam perkembangan anak.

Sebelum Anda mengabaikan dampak buruk dari menonton televisi, berikut adalah beberapa tips membatasi jam menonton/screen time dalam penggunaan televisi, komputer, gadget dan sejenisnya :

  • Para ahli menyarankan agar anak-anak di bawah 2 tahun tidak diberikan screen time sama sekali.
  • Setelah usia 2 tahun, prioritaskan program edukatif dan temani anak saat menonton atau menggunakan gadget.
  • Batasi penggunaan televisi dan screen time secara keseluruhan, hingga tidak melebihi 1-2 jam setiap harinya.
  • Jangan hidupkan televisi jika tidak ditonton atau digunakan sebagai suara background. Matikan televisi supaya mengajarkan anak kebiasaan menggunakan alat elektronik yang baik.

Menjaga Kesehatan Gigi & Gusi Si Kecil

Pada perkembangan usia 21 bulan, gigi anak sudah hampir tumbuh seluruhnya. Hampir ⅓ dari anak-anak balita akan mengalami masalah pembusukan gigi susu. Walaupun gigi susu tidak bersifat permanen dan akan tanggal, orangtua tetap wajib memelihara kesehatan giginya semaksimal mungkin.

Kesehatan gigi balita sangat penting karena merupakan dasar dari gigi permanen nantinya. Selain itu, kebiasaan menjaga kesehatan gigi juga penting dipupuk sejak dini, bahkan jauh sebelum gigi pertama muncul. Gunakan tips ini untuk menjaga kesehatan & gusi anak:

  • Ajarkan kebiasaan menggosok gigi sebanyak 2x sehari dengan sikat gigi khusus anak-anak, yaitu 1x setelah sarapan pagi dan 1x sebelum tidur malam.
  • Gunakan sedikit saja pasta gigi yang mengandung fluoride. Naikkan dosis pasta gigi saat anak menginjak usia 3 tahun.
  • Batasi gula seperti permen, biskuit, coklat, dan jus, serta minuman padat gula.
  • Bawa anak memeriksakan kesehatan gigi minimal 1 tahun sekali.

Tips Penting Lain untuk Perkembangan Anak 21 Bulan

  • Anak akan sering berkata “Tidak” pada usia ini. Jangan terpancing emosi atau langsung menurutinya. Tetap ikuti jadwal rutinitas seperti biasanya dan berikan penjelasan pada anak.
  • Anak mungkin akan bermimpi buruk pada saat tidur malam yang bisa mengganggu kualitas tidurnya. Tenangkan anak dengan pijat singkat atau bercerita kisah sebelum tidur.
  • Perhatikan ukuran mainan anak, jika lebih besar dari 10-12 cm, maka benda ini akan berpotensi menimbulkan tercekik jika tertelan.
  • Minimalisir distraksi saat makan, termasuk televisi, gadget, internet dan sebagainya. Prioritaskan komunikasi di meja makan dengan anak.
  • Sajikan menu yang bervariasi termasuk buah, sayur, susu dan kacang-kacangan (untuk ibu dan bayi)
  • Jika anak sering menunjukkan gejala flu berkepanjangan, konsultasikan kemungkinan alergi pada dokter Anda.
  • Walaupun pertumbuhan anak berbeda-beda, konsultasikan kepada dokter jika anak belum mengucapkan sekitar 15 kata atau belum bisa berjalan.
Read More

Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

bayi setelah persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.

Read More

Berapa Jumlah Kebutuhan Air pada Anak?

kebutuhan air untuk anak

Ketimbang susu dan sumber gizi lain, banyak orang tua menyepelekan asupan air pada anak. Saat makan pun, anak tidak dibiasakan minum air putih dan memilih menyuguhkan minuman dengan rasa, seperti teh manis. Akibatnya, anak bisa kekurangan cairan.

Ini kondisi yang berbahaya. Air merupakan komponen penting bagi tubuh. Kekurangan air membuat gangguan metabolisme, fungsi pencernaan, fungsi sel, pengaturan suhu, pelarutan reaksi biokimia, pelumasan, dan pengaturan komposisi elektrolit. Cairan tersebut akan terbuang secara alami melalui urine, feses, keringat, dan pernafasan.

Terlebih pada anak, dimana air menempati persentase yang lebih besar dibanding pada tubuh orang dewasa. Pada satu tahun pertama hidup anak, volume total air dalam tubuhnya sebanyak 65 sampai 80 persen dari berat badan. Komposisi air dalam tubuh menyusut seiring pertambahan usia menjadi 55 sampai 60 persen saat remaja. Terganggunya pasokan air bagi tubuh bisa menimbulkan gangguan kesehatan dan pertumbuhan anak.

Para pakar kesehatan menyepakati kebutuhan air per golongan usia sebagai berikut.

  • Bayi 0 sampai 6 bulan sebanyak 700 mililiter cairan per hari.
  • Bayi 7 sampai 12 bulan sebanyak 800 mililiter cairan per hari.
  • Anak 1 sampai 3 tahun sebanyak 1.300 mililiter air per hari.
  • Anak 4 sampai 8 tahun sebanyak 1.700 mililiter air per hari.
  • Anak 9 sampai 13 tahun sebanyak 2.400 mililiter (laki-laki) dan 2.100 mililiter (perempuan) air per hari.
  • Anak 14-18 tahun sebanyak 3.300 mililiter (laki-laki) dan 2.300 mililiter (perempuan) per hari.

Kalau dirata-ratakan setiap anak membutuhkan 6 sampai 8 gelas air per hari. Angka itu diluar minuman yang mengandung gula. 

Angka tersebut merupakan rata-rata kebutuhan harian dalam kondisi normal. Anak bisa membutuhkan air lebih banyak dari itu, misalnya, saat berolahraga, saat cuaca panas atau amat dingin, dan saat bepergian jauh. Anak kecil memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dehidrasi karena sensibilitasnya terhadap rasa haus lebih rendah dari pada orang dewasa, juga karena tidak atau belum dapat mengekspresikan rasa haus yang mereka alami.

Dehidrasi bisa terjadi dalam skala ringan dan berat. Gejalanya antara lain timbul rasa haus yang sangat, jarang buang air kecil, urin berwarna coklat pekat, mata cekung, tidak keluar air mata saat menangis, serta penurunan kesadaran. Pada bayi, salah satu gejala dehidrasi adalah rewel. Jika tidak ditangani, bayi tersebut akan lemas dan tidak responsif. Gagal mengidentifikasi gejala tersebut dapat mengakibatkan dehidrasi berat yang berlanjut pada syok dan dapat mengancam hidupnya.

Para orang tua diminta untuk mengawasi anaknya agar minum air putih secara cukup, tidak kurang dari kebutuhan sesuai usianya. Dengan angka rata-rata enam sampai delapan gelas per hari, cara paling mudah memastikan kebutuhan air anak tercukupi adalah hanya minum air putih saat makan dan sesudah makan. Jika setiap kali makan, anak minum sedikitnya dua gelas air putih, bisa dipastikan kebutuhan hariannya tercukupi.

Read More