8 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami dan Mudah Dilakukan

8 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami dan Mudah Dilakukan

Ambeien atau wasir merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Ambeien ini terjadi ketika pembuluh darah vena di sekitar anus mengalami peradangan atau pembengkakan. Rasa nyeri yang ditimbulkannya memang membuat tidak nyaman. Ada beberapa cara mengobati ambeien ini, salah satunya bisa dengan cara alami.

Ada banyak faktor penyebab penyakit ambeien atau wasir ini, seperti mengejak terlalu kuat, duduk terlalu lama, sembelit, faktor keturunan, kehamilan, serta terus menerus mengangkat beban berat.

Ada dua jenis ambeien, yaitu:

  • Ambeien dalam (internal hemorrhoid), yaitu kondisi di mana muncul di saluran rektum dan tidak terlihat dari luar. Biasanya tidak terasa nyeri namun bisa membuat BAB berdarah.
  • Ambeien luar (External Hemorrhoid), yaitu terletak di luar anus dan biasanya terasa gatal, nyeri, bisa robek, dan berdarah. 

Seperti yang sudah disebutkan bahwa ambeien bukanlah kondisi yang berbahaya dan tidak menular. Ambeien atau wasir ini bisa sembuh sendiri atau bisa mencoba cara mengobati ambeien dengan berbagai pengobatan dengan obat medis maupun alami.

Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Wasir yang biasanya terasa nyeri adalah ambeien luar dan menyebabkan rasa tidak nyaman dan terasa nyeri. 

Untuk menghilangkan benjolan pada ambeien luar ini bisa dengan cara alami, lho. Berikut beberapa cara mengobati ambeien secara alami yang bisa Anda coba di rumah.

  1. Berendam Air Hangat

Berendam dengan air hangat bisa membantu mengurangi bengkak dan iritasi yang terjadi. Apalagi dengan menambahkan garam epsom atau cuka apel di dalam air hangat sebelum berendam. Tapi jangan sekali-kali mengoleskan cuka apel secara langsung ke bagian anus atau di area ambeien karena justru memperparah kondisinya.

  1. Konsumsi Serat Lebih Banyak

Ambeien dipicu oleh masalah di saluran pencernaan sehingga perbanyaklah mengkonsumsi serat agar tinja yang dikeluarkan bisa lebih lunak. Sehingga anus tidak bekerja ekstra keras untuk mengeluarkannya. 

  1. Menggunakan Minyak Kelapa

Minyak kelapa memang dikenal sebagai pelembap alami sehingga baik untuk membantu mengurangi iritasi sekitar anus akibat ambeien. Minyak kelapa juga bisa mengurangi pembengkakan di benjolan ambeien.

  1. Mengoleskan Gel Lidah Buaya

Benjolan ambeien juga bisa diobati dengan memanfaatkan gel lidah buaya karena mengandung sifat antiinflamasi atau antiperadangan. Namun, pastikan Anda menggunakan gel lidah buaya yang 100 persen alami tanpa adanya bahan campuran lainnya. 

  1. Kompres AIr Es

Benjolan ambeien juga bisa diobati dengan mengompres anus dengan air es. Cara ini dinilai cukup mudah dilakukan dan efektif. Lakukan dengan merendam handuk dalam air es lalu kompres anus selama 15 menit. Bisa dilakukan beberapa kali sehari.

  1. Memperbanyak Minum Air Putih

Ambeien juga bisa disebabkan karena tubuh kekurangan cairan yang membuat tinja keras dan kering. Oleh karena itu, bisa diatasi dengan mengkonsumsi banyak air putih agar konstipasi dan iritasi di sekitar ambeien berkurang.

  1. Gunakan Pakaian Dalam yang Nyaman

Pilihlah celana dalam yang berbahan lembut dan nyaman digunakan agar tidak memperparah iritasi anus akibat wasir yang terjadi. Selain itu, pilihlah celana dalam yang longgar dan pastikan tetap kering serta bersih.

  1. Rajin Berolahraga

Ternyata olahraga secara rutin dan teratur bisa melancarkan buang air besar. Risiko terjadinya ambeien pun bisa berkurang.

Cara mengobati ambeien secara alami tersebut bisa Anda coba di rumah. Hindari juga hal-hal yang bisa menyebabkan konstipasi agar tidak terjadi peradangan.

Read More

Beberapa Kasus Fenomenal Benda Asing dalam Rektum

Kelakuan dan tindak tanduk manusia di dunia ini amat bermacam-macam. Bahkan tak sedikit dari mereka yang kerap melakukan tindakan nyeleneh. Apa pun alasannya, beberapa di antara mereka pernah diketahui “menyimpan” benda asing dalam rektum.

Seperti kita ketahui, rektum adalah anggota dari sistem pencernaan manusia. Posisinya ada di paling akhir, sebeum anus. Rektum diciptakan sebagai penampungan tinja atau kotoran manusia.

Namun, di dunia ini pernah tercatat beberapa kasus di mana terdapat benda asing dalam rektum. Dari mulai sesuatu yang hidup hingga benda-benda yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Nah, di bawah ini terangkum beberapa kasus fenomenal benda asing di dalam rektum yang pernah ada. Berikut di antaranya:

  • Amunisi senjata

Seorang veteran asal London merasa terganggu dengan wasir yang dideritanya. Karena tak tahan dengan rasa gatal atau sakitnya, sang pria menggunakan peluru artileri yang masih hidup untuk mendorong wasir sampai ke dalam anus.

Suatu hari, ia mendorong amunisi tersebut terlalu jauh sehingga terjebak di dalam anusnya. Ia langsung dilarikan ke UGD untuk mendapat pertolongan. Ia mengaku bahwa amunisi masih hidup dan bisa meledak kapan saja. Penjinak bom pun dibawa ke rumah sakit untuk membantu mengeluarkan amunisi tersebut.

  • Belut

Seorang pria berumur 50 tahun asal Hongkong mendatangi bagian IGD Kwong Wah Hospital lantaran mengeluhkan sakit di perutnya. Setelah diperiksa, pria ini ternyata mengidap peritonitis atau peradangan pada dinding bagian dalam perutnya.

Namun dari hasil radiografi, di dalam perutnya ditemukan bayangan seekor belut. Setelah ditanya-tanya, akhirnya ia mengaku memasukkan seekor belut melalui anusnya untuk meredakan sembelit.

Tak butuh waktu lama, dokter langsung memintanya melakukan tindakan laparotomy untuk mengeluarkan belut sepanjang 50 cm itu. Seminggu kemudian si pasien sudah diperbolehkan pulang.

  • Botol parfum

Seorang pengacara berusia 39 tahun dilarikan ke UGD karena ada benda asing dalam rektum, yakni botol parfum. Ini bukan kali pertama bagi pria yang tak disebutkan namanya itu memasukkan benda asing dalam rektum, melalui anus.

Ia sudah berusaha mengeluarkan benda asing tersebut sendiri, tetapi usaha tak kunjung berhasil hingga akhirnya memutuskan meminta bantuan dokter.

  • Telepon seluler

Semua berawal ketika seorang pengacara dari Georgia dikabarkan mandi sambil membawa telepon genggam. Malang, ia terpeleset dan jatuh sehingga ponselnya itu masuk ke anus.  Tapi uniknya, telepon genggam tersebut masih menyala. Selama proses pembedahan untuk mengeluarkan benda tersebut, telepon genggam bahkan sempat berdering tiga kali.

  • Peluru kendali

Jika umumnya seseorang memuaskan hasrat atau fantasi seksualnya dengan menggunakan sex toy, kisah nyeleneh datang dari seorang laki-laki dari Kroasia. Ia merasa tidak puas jika hanya bermain dengan sex toy, sehingga ia memasukkan rudal anti pesawat udara di anus yang akhirnya nyangkut dan harus dilepaskan di rumah sakit. Tidak diketahui persis bagaimana rudal berukuran 2 x 11 cm itu bisa masuk di anus laki-laki berusia 50 tahun tersebut.

  • Beragam benda asing

Kisah yang terjadi pada tahun 2011 ini lebih menghebohkan lagi. Seorang gelandangan bernama Neil Lansing ketahuan ‘membawa’ beragam benda asing di dalam rektumnya, setelah sebelumnya dijebeloskan ke dalam penjara.

Dari hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh sipir penjara, mereka menemukan sebuah kondom, 17 butir pil biru atau Viagra, satu batang rokok, enam batang korek, satu alat suntik kosong dengan penghapus yang menancap di ujung jarumnya, satu lip balm, satu kondom yang belum terpakai, satu struk dari apotek, dan satu kertas kupon di dalam usus Neil.

Apa pun alasannya, memasukkan benda asing dalam rektum tidaklah dibenarkan. Sebab, kondisi itu memungkinkan seseorang terkena berbagai masalah di sekitar organnya itu. Selalu waspada dan berpikiran jernih adalah upaya terbaik untuk terhindar dari kondisi tersebut.

Read More

Ketika Si Kecil Mengidap Tetralogy of Fallot, Apa Penyebabnya?

Apa perasaan orangtua saat mengetahui anaknya didiagnosa mengidap tetralogy of fallot? Pasalnya, tetaralogy of fallot (TOF) ini merupakan penyakit langka yang berhubungan dengan kalainan pada jantung si kecil.

Namun, seberapa parahkah Anda perlu khawatir tentang penyakit ini dan apa penyebab si kecil bisa mengidap salah satu penyakit langka ini. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang apa penyebab dan gejala apa saja yang muncul akibat mengidap TOF.

Apa itu tetralogy of fallot dan penyebabnya?

Tetralogy of fallot adalah salah satu jenis penyakit langka yang disebabkan oleh kombinasi dari empat kelainan jantung yang muncul saat lahir atau bawaan. Keempat masalah tersebut adalah:

  • Adanya lubang di antara ruang bawah jantung
  • Obstruksi (aliran darah melalui berbagai bilik jantung sebagian atau seluruhnya tersumbat) dari jantung ke paru-paru
  • Aorta (pembuluh darah) membesar, sehingga dapat mengalirkan darah dari kedua sisi ruang jantung. Normalnya, aorta hanya mengalirkan darah dari ruang jantung kiri saja
  • Otot yang mengelilingi ruang kanan bawah terjadi penebalan.

Penyebab

Pada banyakan anak, penyebab dari TOF ini tidak diketahui. Kondisi ini adalah jenis kelainan jantung yang langka. Namun, hal ini dapat terjadi karena selama pertumbuhan janin jantung bayi tidak berkembang sebagaimana mestinya. Sementara faktor-faktor gizi ibu yang buruk pun bisa menjadi penyebab. Selain itu kemungkinan penyebab lain adalah penyakit virus atau kelainan genetik dapat meningkatkan risiko ini.

Gejala yang terjadi pada TOF dapat meliputi:

  • Kulit, bibir, dan kuku anak kebiruan (sianosis)
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan makan
  • Pertumbuhan yang buruk
  • Sifat lekas marah
  • Kehilangan kesadaran atau pingsan
  • Mudah lelah saat berolahraga atau bermain
  • Sifat cepat marah
  • Menangis berkepanjangan
  • Kenaikan berat badan yang buruk

Pengobatan Tetralogy of Fallot

Seorang anak dengan TOF biasanya akan menjalani operasi jantung untuk memperbaiki kelainan jantung yang dideritanya. Pembedahan paling sering dilakukan saat anak berusia 3 hingga 6 bulan. Dalam beberapa kasus, pembedahan dapat dilakukan pada bayi yang baru lahir sekalipun.

Namun, dalam kasus yang jarang sekali terjadi anak Anda mungkin memerlukan prosedur sementara untuk meningkatkan aliran darah ke paru-paru sampai perbaikan total dapat dilakukan. Sebuah pintasan bedah mungkin diperlukan untuk memberikan aliran darah paru yang stabil.

Kemudian, pembedahan atau perbaikan akan bisa dilakukan saat anak lebih besar. Hal mungkin yang bisa terjadi pun si kecil memerlukan prosedur kateterisasi jantung. Kondisi tersebut biasanya dilakukan untuk memperlebar katup paru sebelum operasi dilakukan. Dokter anak Anda akan menjelaskan lebih lanjut mengenai prosedur tersebut.

Risiko komplikasi

TOF mungkin saja bisa menimbulkan risiko komplikasi pada anak. Beberapa komplikasi tersebut meliputi:

  • Reaksi terhadap obat penenang atau anastesi
  • Katup paru mengeluarkan darah dan kembali ke ventrikel kanan (katup insufisiensi)
  • Irama jantung yang tidak normal (aritmia)
  • Masalah pada paru-paru
  • Infeksi
  • Berdarah
  • Masalah dengan sistem saraf
  • Penumpukan cairan yang tidak normal di sekitar jantung atau paru-paru

Apakah aktivitas anak perlu dibatasi?

Anak Anda mungkin perlu membatasi aktivitas fisik, terutama untuk olahraga kompetitif. Namun, jika perbaikan dengan pembedahan telah lengkap, maka tidak ada halangan atau kebocoran pada katup paru anak, dan anak mungkin dapat melakukan aktivitas secara normal tanpa peningkatan risiko yang berarti.

Namun, untuk melakukan kegiatan normal Anda tetap perlu berkonsultasi pada dokter Anda, apakah aktivitas tersebut aman dilakukan oleh si kecil atau tidak. Dan, anak dengan tetralogy of fallot sebelumnya umumnya akan memerlukan pemeriksaan rutin ke depannya sampai benar-benar dinyatakan tidak ada masalah lagi.

Read More

Deteksi Sindrom Apert pada Anak Semenjak Proses Kelahiran

Sindrom Apert tergolong sebagai kelainan langka dengan angka perbandingan kasus 1:65.000 bayi lahir. Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang dapat menimbulkan gangguan dalam perkembangan tulang tengkorak. Bayi yang mengalami sindrom Apert lahir dengan bentuk kepala dan wajah abnormal. Dalam beberapa kasus, bayi yang lahir dengan sindrom ini sering mengalami cacat lahir.

Bagaimana mendeteksi sindrom Apert?

Tanda dan gejala dari sindrom Apert yang signifikan, yaitu bentuk wajah yang khas dapat dikenali semenjak lahir. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada kepala, wajah, tangan, dan juga kaki. Dokter juga akan memeriksa kondisi abnormalitas pada tulang.

Prosedur medis yang dilakukan untuk mendiagnosis sindrom Apert, yaitu dengan rontgen atau CT scan pada bagian kepala. Prosedur ini bertujuan untuk memastikan penyebab dari gangguan tersebut. Selain dengan pemeriksaan rontgen, dokter juga akan merekomendasikan tes genetik untuk memastikan diagnosis sindrom Apert.

Apa yang menyebabkan sindrom Apert?

Penyebab pasti sindrom Apert belum dapat diketahui hingga saat ini. Para pakar mengira bahwa pemicunya adalah mutasi gen FGFR2. Mutasi gen tersebut bersifat diturunkan. Namun, terdapat pula kasus bayi dengan sindrom Apert yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Mutasi gen tersebut akan menyebabkan tulang penyusun tengkorak, wajah, tangan, dan kaki, berhenti berfungsi lebih awal dari semestinya. Kondisi ini akan menyebabkan gangguan bentuk pada kepala, wajah, tangan, dan kaki.

Tanda dan gejala yang ditimbulkan dari sindrom Apert

Gejala utama yang kemungkinan muncul pada bayi dengan sindrom Apert, yaitu kelainan pada bentuk pada bagian kepala dan wajah, seperti:

  • Kepala yang cenderung memanjang dengan dahi yang tinggi.
  • Mata terlihat lebih besar dan menonjol dari ukuran normal dengan kelopak mata yang seringkali sulit menutup.
  • Bagian tengah wajah cenderung terlihat cekung.

Sindrom Apert dapat memicu komplikasi yang mengakibatkan pertumbuhan tulang tengkorak terganggu. Ada pun gejala yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Infeksi telinga atau sinus yang terjadi secara berulang.
  • Mengalami gangguan pendengaran.
  • Terhambatnya perkembangan intelektual.
  • Obstructive sleep apnea atau gangguan pernapasan ketika tidur.
  • Susunan gigi yang cenderung lebih rapat akibat perkembangan rahang yang tidak sempurna.
Read More

Cara Mengobati Clubfoot pada Bayi

Kondisi di mana bayi mengalami kelainan bentuk kaki yang biasanya terjadi sejak dilahirkan disebut juga dengan kaki bengkok atau clubfoot. Kelainan ini bisa dialami bayi baik itu ringan maupun berat, apabila seseorang mengalami kondisi ini maka akan sulit untuk berjalan normal, sehingga dokter pada umumnya akan merekomendasikan untuk melakukan penanganan segera sesaat setelah lahir.

Pada umumnya kondisi ini terjadi karena urat penyambung otot dan tulang lebih pendek dari ukuran yang seharusnya. Kelainan ini menyebabkan anak kesulitan berjalan, untuk pemulihan sepenuhnya sesaat setelah lahir bayi akan langsung mendapatkan penanganan. Bayi yang mengalami kelainan ini juga akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Diagnosis Clubfoot

Dokter bisa mengenali bayi yang terkena kaki bengkok hanya dengan melihat bentuk dan posisi kaki bayi yang baru saja lahir. Kondisi ini bahkan sudah dapat diketahui ketika bayi masih dalam kandungan melalui pemeriksaan USG. Meskipun masalah yang muncul tidak bisa diatasi sebelum bayi lahir, kondisi ini dapat memberikan para orang tua mempelajari lebih lanjut dengan konsultasi.

Penyebab kelainan kaki bengkok ini adalah idiopatik, atau belum diketahui secara pasti, namun faktor genetik diyakini memiliki peran utama dan beberapa perubahan gen tertentu yang juga dikaitkan dengan kondisi ini. Meski demikian, banyak yang menganggap bahwa kelainan ini diturunkan dalam keluarga, kondisi ini tidak terjadi karena posisi janin di dalam rahim.

Penyebab bayi terkena kelainan kaki bengkok dikaitkan dengan kelainan tulang, seperti spina bifida cystica atau kondisi perkembangan yang dikenal dengan siplasia pinggul atau juga displasia perkembangan panggul. Keadaan ini kemungkinan disebabkan karena gangguan pada jalur neuromuskuler, di otak, sumsum tulang belakang, saraf atau otot.

Pengobatan Kaki Bengkok

Tulang, sendi dan tendon bayi masih sangat fleksibel, hal inilah yang membuat pengobatan kelainan kaki ini sebaiknya segera dimulai pada minggu pertama dan kedua setelah bayi dilahirkan. Tujuan pengobatan dilakukan adalah untuk memperbaiki tampilan atau bentuk dan kerja kaki yang mengalami kelainan, sebelum bayi belajar berjalan.

Terapi

Pengobatan di minggu pertama setelah kelahiran bisa dengan meningkatkan peluang kaki pulih karena sendi dan otot-otot kaki yang masih sangat fleksibel. Disarankan juga untuk melakukan terapi, dengan tujuan memperbaiki bentuk serta fungsi kaki agar bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, kondisi ini juga bisa ditangani dengan peregangan dan pembebatan gips, hingga pembedahan.

Gips

Kelainan kaki bengkok yang tidak disertai dengan kelainan struktural memiliki peluang lebih besar untuk pulih. Jika tidak ada kelainan struktural, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya selama dua hingga tiga minggu. Pengobatan yang dilakukan bisa menggunakan gips pada kaki depan dan tengah, apabila dibutuhkan operasi dengan sayatan satu sentimeter untuk koreksi kaki belakang.

Sepatu Khusus

Lebih lanjut, bayi dengan kondisi clubfoot akan disarankan memakai sepatu khusus, sepatu Dennis Browne yang harus dipakai selama 23 jam selama tiga bulan pertama. Kemudian, pemakaian sepatu Dennis Browne ini juga akan dilakukan selama 12 jam sejak bayi menginjak usia empat bulan sampai empat tahun.

Pada sebagian besar kasus, anak hanya memiliki kaki bengkok tanpa disertai penyakit lain yang turut muncul. Meski demikian, terdapat pula kelainan kaki bengkok yang disertai dengan penyakit spina bifida atau permasalahan tulang. Pemeriksaan kehamilan harus dilakukan secara rutin dan tepat waktu, agar indikasi kaki bengkok bisa diketahui.

Read More

Hiperkalemia

Kelebihan kalium dalam darah dapat menimbulkan gejala seperti sesak nafas dan mual.

Hiperkalemia adalah gangguan di dalam tubuh yang disebabkan oleh kadar kalium dalam darah yang lebih tinggi dari normal. Kalium merupakan zat kimia yang sangat penting untuk fungsi sel saraf dan otot, termasuk di bagian hati. Kadar kalium normal dalam darah manusia berkisar antara 3,6 hingga 5,2 mmol/L.

Gejala

Pada tahap awal, seseorang belum merasakan gejala apapun, karena kadar kalium belum mencapai tingkat yang tinggi. Namun, jika kadar kalium di dalam tubuh telah mencapai lebih dari normal, maka berpotensi menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Mual atau muntah.
  • Mudah lelah.
  • Sesak nafas.
  • Denyut bergerak secara tidak teratur.
  • Nyeri di dada.
  • Pingsan secara mendadak.
  • Perdarahan yang parah di bagian perut.
  • Tumor.

Penyebab

Seseorang yang mengalami hiperkalemia biasanya disebabkan karena gangguan pada ginjal seperti gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronis. Penyebab lain bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Trauma.
  • Penyakit Addison.
  • Dehidrasi.
  • Mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Sel darah merah yang hancur karena seseorang mengalami luka parah atau luka bakar.
  • Mengkonsumsi suplemen secara berlebihan.
  • Penyakit diabetes tipe 1.

Diagnosis

Jika Anda merasakan gejala yang disebutkan di atas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Ada dua cara untuk mendiagnosis kondisi Anda, antara lain tes darah atau tes urine. Anda mungkin diminta untuk melakukan tes darah secara rutin. Setelah melakukan tes, Anda dapat melihat hasilnya. Tes tersebut juga dapat menunjukkan jika Anda punya masalah pada kadar kalium Anda.

Jika Anda memiliki kadar kalium yang tinggi, menurut hasil tes, Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda memiliki kadar kalium yang tinggi sehingga suatu gejala dapat muncul.

Pengobatan

Dokter dapat memberikan Anda obat untuk mengatasi hiperkalemia. Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Kalsium glukonat

Kalsium glukonat merupakan pengobatan yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kadar potasium untuk mencegah risiko penyakit jantung. 

  • Diuretik

Diuretik merupakan pengobatan lain yang dapat dilakukan dengan mengeluarkan air kecil lebih banyak. Diuretik juga bisa berpotensi meningkatkan kalium sehingga dapat mempengaruhi kondisi ginjal manusia.

  • Resin

Resin merupakan pengobatan lain yang dapat dilakukan dengan meminumnya, untuk membantu menurunkan kadar potasium.

  • Hemodialisis

Hemodialisis, atau cuci darah, merupakan pengobatan lain yang dapat dilakukan jika kadar kalium tinggi disebabkan oleh gagal ginjal. Hemodialisis merupakan pengobatan yang terbaik untuk mencegah hiperkalemia. Hal tersebut dilakukan pada saat ginjal tidak dapat menyaring darah secara efektif.

Pencegahan

Selain pengobatan di atas, Anda dianjurkan untuk melakukan pencegahan sebagai berikut:

  • Mengurangi asupan kalium seperti pisang, kacang polong, kentang, susu, daging sapi, dan ikan.
  • Mengkonsumsi lebih banyak air.
  • Tidak menggunakan obat-obatan yang dapat memicu hiperkalemia.

Ketika Berkonsultasi Dengan Dokter

Itulah informasi mengenai hiperkalemia yang sebaiknya Anda ketahui. Jika Anda mengalami beberapa hal seperti merasa lelah, mual atau muntah, atau kesulitan bernafas, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan Anda beberapa pertanyaan seperti:

  • Kapan Anda mengalami hiperkalemia?
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah kondisinya semakin baik atau buruk?

Kesimpulan

Hiperkalemia adalah salah satu gangguan yang serius di dalam tubuh dimana masalah tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala seperti sesak nafas. Meskipun demikian, ada berbagai pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah seperti ini. Selain itu, Anda juga perlu menerapkan beberapa hal yang dianjurkan di atas untuk mencegah terjadinya hiperkalemia.

Read More

Inilah Pengobatan Absestosis

Merupakan penyakit paru-paru yang muncul disebabkan karena paparan serat asbes dalam jangka waktu yang panjang disebut dengan absestosis. Penyakit ini cukup berbahaya, karena gejala yang muncul baru bertahun-tahun setelah seseorang sudah terlebih dahulu terpapar serat asbes. Tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi seseorang yang ingin memakai bahan bangunan yang satu ini.

Asbes adalah salah satu jenis mineral yang pada umumnya dipakai untuk atap bangunan, bahan ini tidak akan membahayakan kesehatan jika kondisinya masih bagus dan baik. Namun apabila sudah rusak, asbes bisa mengeluarkan debu halus yang mengandung serat asbes. Serat asbes merupakan penyebab utama seseorang mengidap penyakit paru-paru.

Pengobatan Absestosis

Diagnosis dari penyakit ini adalah dokter akan menanyakan gejala awal yang dialami para pasien beserta riwayat penyakit dan terkait pekerjaan pasien apakah berkaitan dengan kondisi rentan terpapar debu asbes. Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan termasuk fisik dan pemeriksaan fisik pada dada.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemindaian dengan Rontgen dada dan CT scan, tujuannya adalah melihat gambaran mengenai kondisi paru-paru. Dilanjutkan dengan tes fungsi paru, gunanya untuk mengetahui fungsi pernapasan dan mengukur jumlah serta tes kecepatan udara yang dihirup dan dihembuskan oleh penderita.

Terakhir adalah melakukan pengambilan sampel jaringan yang disebut biopsi terkait cairan yang terdapat di dalam paru-paru, tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kelainan di dalam paru-paru tersebut. Ketika diagnosa sudah diketahui, nantinya dokter akan menyarankan pasien melakukan pengobatan jika ternyata terbukti mengidap penyakit ini.

Tujuan dilakukannya pengobatan adalah meredakan gejala dan memperlambat pertumbuhan penyakit seta mencegah komplikasi. Berikut ini terdapat beberapa metode pengobatan yang nantinya akan dilakukan oleh para pasien atau penderita penyakit ini.

  • Pemberian oksigen dengan tujuan mengatasi kekurangan oksigen yang diakibatkan adanya gangguan pernapasan.
  • Terapi rehabilitasi pada paru-paru, tujuannya untuk membantu agar paru bisa bekerja secara lebih efektif.
  • Pasien juga akan diberikan teknik pernapasan, selain itu jika pasien sudah mengalami penurunan fungsi paru maka disarankan untuk tranplantasi atau cangkok paru-paru.

Ketika menjalani masa pengobatan penderita diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan dokter secara rutin, pemindaian dan tes fungsi paru secara berkala akan dilakukan dokter guna mengetahui sampai mana perkembangan dari pengobatan yang dilakukan para pasien. Terdapat beberapa hal yang nantinya disarankan dokter agar dijalankan oleh para pasien, seperti berikut ini.

  • Sebisa mungkin menjauhi paparan debu asbes, supaya penderita tidak semakin berada dalam kondisi memburuk.
  • Apabila pasien adalah perokok aktif maka sebisa mungkin menghentikan kebiasaan tersebut dan berusaha untuk menjauhi asap rokok.
  • Melakukan vaksinasi flu dan pneumonia, tujuannya adalah untuk mengurangi risiko dari adanya infeksi paru-paru.

Pencegahan Absestosis

Sebagai cara terbaik untuk mencegah adanya infeksi penyakit ini yang paling utama adalah menghindari paparan asbes. Terlebih bagi seseorang yang bekerja di bidang yang rentan terhadap paparan asbes. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan pelindung wajah dan pakaian khusus ketika sedang bekerja, seperti memakai masker dan lain sebagainya.

Apabila bangunan rumah menggunakan asbes dan sudah rusak, segera diganti dengan bahan lain yang lebih aman. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa asbes rusak merupakan penyebab utama seseorang bisa terkena penyakit paru-paru ini. Guna pencegahan lebih awal, segera lakukan pemeriksaan ke dokter setelah muncul gejala penyakit ini supaya mendapat penanganan tepat.

Read More

Beberapa Kondisi yang Menyebabkan Keringat Dingin

Pernahkah Anda berkeringat yang cukup banyak padahal sedang tidak kegerahan atau melakukan aktivitas fisik yang berat? Jika pernah, itulah yang disebut dengan istilah keringat dingin. Keringat dingin dikenal dengan istilah medis diaphoresis.

Keringat dingin ini sering muncul di bagan-bagian seperti telapak tangan dan kaki, serta ketiak. Setelah diusut sebab-sebabnya, keringat dingin muncul lantaran respons tubuh kita terhadap kondisi “tidak beres” di diri kita, baik itu berkaitan dengan fisik maupun psikologis. Namun, keringat dingin berkait erat dengan hormon adrenalin. Oleh karenanya, ketika Anda sedang gugup, deg-degan, atau memikirkan sesuatu yang membuat Anda cemas, biasanya keringat dingin akan muncul dengan sendirinya.

Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata ada banyak sekali kondisi yang juga dapat menyebabkan keringat dingin, lho. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  • Mual atau Vertigo

Seseorang biasanya akan mengalami keringat dingin saat mual. Walau begitu, hal ini tidak selalu pasti. Selain itu, pengidap vertigo juga dapat membuat mendapatkan kondisi ini. Gangguan yang menyebabkan pusing ini dapat menyebabkan keluarnya keringat dingin ketika terjadi.

  • Infeksi dan Sepsis

Salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang mengalami keringat dingin adalah infeksi. Hal ini disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Pada kebanyakan kasus, infeksi menyebabkan jaringan tubuh kamu meradang ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi.

Kamu juga dapat mengalami keringat dingin ketika terserang sepsis. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan merespons infeksi pada perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh penting lainnya. Sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal, sehingga membuat darah dan oksigen sulit masuk dan pada akhirnya menyebabkan keringat dingin.

  • Syok

Gangguan ini terjadi ketika tubuh harus bereaksi terhadap suatu kondisi yang ekstrem atau terjadinya cedera parah. Ketika tubuh kamu mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah dengan normal. Syok yang terjadi menimbulkan gejala keringat dingin. Gangguan ini dapat berdampak fatal apabila tidak segera diobati.

  • Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan sakit parah untuk waktu yang lama. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena tubuh merespons rasa sakit.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika gula darah pada tubuh kamu turun ke bawah ambang normal. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan gula darah, yang berakibat juga pasokan oksigen yang masuk menurun. Jika ini terjadi, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.

  • Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Hipoksia bisa terjadi saat menghirup asap, atau pergi ke tempat yang tinggi di mana pasokan udara berkurang. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya seperti kesulitan bergerak, kehilangan fokus, dan sulit bernapas.

  • Hipotensi

Gangguan ini terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis. Penurunan tekanan darah ini adalah hal yang normal terjadi ketika kamu tidur atau melakukan sedikit aktivitas. Walau begitu, hipotensi dapat berkembang menjadi gangguan serius, sehingga otak atau organ penting lainnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  • Menopause

Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis seiring dengan berakhirnya siklus menstruasi. Sejurus dengan datangnya hot flash secara tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok. Gejala umum menopause lainnya termasuk kesulitan tidur, perubahan suasana hati, dan penambahan berat badan.

***

Kira-kira itulah beberapa penyebab atau kondisi yang mendorong keluarnya keringat dingin. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengelola emosi dan mental Anda sebaik mungkin. Tindakan medis mungkin dapat diberikan tergantung dari apa penyebab keringat dingin yang Anda derita.

Read More

Pengobatan untuk Penyakit Diabetes Insipidus

Jika Anda sering merasa dehidrasi dan volume urine terlalu banyak 3-4 liter dalam satu hari, kondisi ini bisa dibilang sebagai gejala diabetes insipidus. Diagnosis bisa dilakukan dengan beberapa tes, termasuk pemeriksaan urine dan cairan. Urine pada penderita diabetes insipidus memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Konsentrasi garam dan produk sisa rendah dan jumlah air yang diekresikan tinggi.

Dokter mengevaluasi konsentrasi urine dengan mengukur berapa banyak partikel dalam 1 kilogram air atau membandingkan berat urine dengan volume air suling yang sama. Pengobatan diabetes insipidus pun tergantung tipe dan beratnya kondisi penderita. Pada kasus yang lebih ringan, dokter akan merekomendasikan penderita untuk mengelola konsumsi cairan hariannya.

  • Pengobatan hormon

Pengobatan yang paling umum dari semua tipe diabetes insipidus adalah desmopressin, yang merupakan bentuk sintetik dari hormon vasopressin.

  • Obat dan perawatan

Pada penderita diabetes insipidus nefrogenik, mengobati penyebab dapat menyembuhkan masalah, termasuk desmoressin dosis tinggi, bersamaan dengan obat lain seperti diuretic bisa dikonsumsi sendiri atau bersama dengan aspirin/ibuprofen/indometasin.

Pengobatan diabetes insipidus dengan desmopressin tersedia dalam bentuk semprotan hidung dan tablet. Desmopressin umumnya aman dengan sedikit efek samping, seperti sakit kepala, sakit perut, hidung tersumbat, dan mimisan.  

Untuk obat berbentuk semprotan hidung, cukup menyemprotkannya sekali atau dua kali sehari. obat jenis ini dapat menyerap dengan cepat dalam aliran darah. Namun, saat pilek obat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan. Sedangkan untuk obat tablet, perlu meminumnya lebih dari dua kali sehari. Hal ini dikarenakan obat ini tidak diserap secara efektif oleh usus dibandingkan lewat saluran hidung.

  • Mengobati kondisi khusus

Jika diabetes insipidus disebabkan oleh kondisi lain, seperti tumor atau masalah dengan kelenjar pituitary, maka dokter akan mengobati kondisii tersebut dan kemudian menentukan apakah pasien membutuhkan pengobatan. Tidak ada pengobatan spesifik untuk dipsogenic (rasa haus), tetapi pengobatan difokuskan pada gejala atau penyakit mental yang mendasarinya.

Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika terdapat dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu urine berlebih dan sering merasa dehidrasi. Sebelum berkonsultasi ke dokter pun Anda perlu mempersiapkan hal-hal berikut ini:

  • Mengetahui hal-hal yang harus dihindari sebelum melakukan pemeriksaan
  • Tuliskan semua gejala yang dialami, termasuk yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter
  • Tuliskan informasi pribadi yang penting
  • Tuliskan informasi medis pribadi dan keluarga
  • Ajak teman atau keluarga saat berkonsultasi ke dokter untuk membantu mengingat informasi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter

Saat berkonsultasi dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk menegakkan diagnosisnya. Biasanya dokter akan menanyakan:

  • Sejak kapan mengalami gejala?
  • Berapa banyak mengeluarkan urine dalam sehari?
  • Berapa banyak minum air dalam sehari?
  • Apakah Anda bangun di tengah malam untuk mengeluarkan urine dan minum air?
  • Apakah Anda hamil?
  • Apakah Anda sudah diobati atau baru saja melakukan pengobatan terhadap kondisi medis?
Read More

Hal-hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Sepsis

Sepsis adalah hasil respon kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri yang masuk ke dalam darah. Sepsis sering mengakibatkan kegagalan organ tubuh dan cedera. Sepsis merupakan kondisi darurat medis yang dapat berakibat fatal bakit mereka yang mengidap “keracunan darah” ini. Setiap tahunnya di Amerika Serikat terdapat lebih dari 1 juta kasus sepsis dengan sepsis sebagai salah satu dari 10 penyakit paling mematikan di Amerika. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar sepsis dengan lebih mendalam.

Apa itu sepsis?

Sepsis merupakan kondisi spesifik tertentu yang disebabkan oleh infeksi bakteri di dalam darah, biasa disebut dengan septicemia atau keracunan darah. Septicemia dapat menyebabkan sepsis saat racun dilepaskan oleh bakteri penyebab septicemia dan sistem kekebalan tubuh mengaktifkan respon peradangan besar-besaran untuk melawan racun ini (proses ini disebut dengan sepsis).

Infeksi bakteri adalah penyebab umum dan utama penyakit sepsis. Infeksi tubuh apapun dapat memicu kondisi ini dan organ yang paling rawan terkena adalah paru-paru, saluran kemih, dan daerah perut. Penelitian juga menunjukkan sepsis yang disebabkan karena infeksi jamur juga semakin bertambah akhir-akhir ini. Lansia memiliki risiko terkena sepsis lebih besar. Hal ini dikarenakan efek penuaan terhadap sistem kekebalan tubuh. Risiko terkena sepsis juga meningkat bagi mereka yang baru saja selesai menjalani operasi.

Sepsis dapat menyerang siapa saja yang memiliki infeksi akibat komplikasi, namun orang-orang yang paling rentan terkena sepsis adalah anak-anak dan orang tua, dan orang-orang dengan faktor risiko seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit kronis seperti diabetes, penyakit hati dan ginjal, AIDS, dan kanker, dan luka parah seperti kulit terbakar. Kerentanan terhadap penyakit sepsis mulai menyebar karena banyak orang mulai melakukan prosedur invasif seperti transplantasi organ dan melakukan kemoterapi serta resistensi terhadap antibiotik (mikroba semakin kebal terhadap obat-obatan yang seharusnya mengatur infeksi).

Pencegahan penyakit sepsis

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan 3 pendekatan umum untuk megurangi risiko infeksi yang dapat mengakibatkan sepsis. Tiga pendekatan ini penting terutama untuk anak-anak, orang tua, dan mereka yang rentan menderita komplikasi karena infeksi. 3 hal yang harus dilakukan tersebut adalah:

  • Apabila disarankan oleh dokter, lakukan vaksinasi untuk melawan potensi terjadinya infeksi seperti vaksinasi flu dan pneumonia
  • Pastikan luka atau lecet tetap bersih untuk menghindari infeksi dan lakukan gaya hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan teratur
  • Apabila terjadi infeksi, waspada terhadap gejala-gejala sepsis seperti demam, detak jantung yang cepat, pernapasan yang cepat, serta bingung, dan dapatkan bantuan medis secepatnya.

Sepsis pada bayi dan lansia

Sepsis dapat terjadi pada bayi yang baru lahir. Risiko sepsis meningkat terutama pada bayi yang lahir prematur, tingkat kelahiran rendah, dengan nilai APGAR yang rendah, dan infeksi pada ibu atau hadirnya streptococcus grup B di dubur dan vagina. Sepsis ini umumnya akan terjadi pada bayi laki-laki. Penyebab sepsis pada bayi dapat disebabkan karena virus, bakteri, atau jamur. Komplikasi dapat berupa encephalitis dan meningitis. Perawatan sepsis ini dapat dilakukan. Sepsis ini fatal pada bayi, terutama mereka yang lahir prematur. Pada lansia, risiko sepsis meningkat terutama pada mereka yang menderita kanker, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Mereka yang memiliki sistem imun lemah dan batasan fungsi akibat hilangnya otot dan perubahan saraf juga rentan terkena sepsis. Selain itu, efek penuaan juga meningkatkan risiko seseorang menderita sepsis.

Read More