Inilah Pengobatan Absestosis

Merupakan penyakit paru-paru yang muncul disebabkan karena paparan serat asbes dalam jangka waktu yang panjang disebut dengan absestosis. Penyakit ini cukup berbahaya, karena gejala yang muncul baru bertahun-tahun setelah seseorang sudah terlebih dahulu terpapar serat asbes. Tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi seseorang yang ingin memakai bahan bangunan yang satu ini.

Asbes adalah salah satu jenis mineral yang pada umumnya dipakai untuk atap bangunan, bahan ini tidak akan membahayakan kesehatan jika kondisinya masih bagus dan baik. Namun apabila sudah rusak, asbes bisa mengeluarkan debu halus yang mengandung serat asbes. Serat asbes merupakan penyebab utama seseorang mengidap penyakit paru-paru.

Pengobatan Absestosis

Diagnosis dari penyakit ini adalah dokter akan menanyakan gejala awal yang dialami para pasien beserta riwayat penyakit dan terkait pekerjaan pasien apakah berkaitan dengan kondisi rentan terpapar debu asbes. Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan termasuk fisik dan pemeriksaan fisik pada dada.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemindaian dengan Rontgen dada dan CT scan, tujuannya adalah melihat gambaran mengenai kondisi paru-paru. Dilanjutkan dengan tes fungsi paru, gunanya untuk mengetahui fungsi pernapasan dan mengukur jumlah serta tes kecepatan udara yang dihirup dan dihembuskan oleh penderita.

Terakhir adalah melakukan pengambilan sampel jaringan yang disebut biopsi terkait cairan yang terdapat di dalam paru-paru, tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kelainan di dalam paru-paru tersebut. Ketika diagnosa sudah diketahui, nantinya dokter akan menyarankan pasien melakukan pengobatan jika ternyata terbukti mengidap penyakit ini.

Tujuan dilakukannya pengobatan adalah meredakan gejala dan memperlambat pertumbuhan penyakit seta mencegah komplikasi. Berikut ini terdapat beberapa metode pengobatan yang nantinya akan dilakukan oleh para pasien atau penderita penyakit ini.

  • Pemberian oksigen dengan tujuan mengatasi kekurangan oksigen yang diakibatkan adanya gangguan pernapasan.
  • Terapi rehabilitasi pada paru-paru, tujuannya untuk membantu agar paru bisa bekerja secara lebih efektif.
  • Pasien juga akan diberikan teknik pernapasan, selain itu jika pasien sudah mengalami penurunan fungsi paru maka disarankan untuk tranplantasi atau cangkok paru-paru.

Ketika menjalani masa pengobatan penderita diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan dokter secara rutin, pemindaian dan tes fungsi paru secara berkala akan dilakukan dokter guna mengetahui sampai mana perkembangan dari pengobatan yang dilakukan para pasien. Terdapat beberapa hal yang nantinya disarankan dokter agar dijalankan oleh para pasien, seperti berikut ini.

  • Sebisa mungkin menjauhi paparan debu asbes, supaya penderita tidak semakin berada dalam kondisi memburuk.
  • Apabila pasien adalah perokok aktif maka sebisa mungkin menghentikan kebiasaan tersebut dan berusaha untuk menjauhi asap rokok.
  • Melakukan vaksinasi flu dan pneumonia, tujuannya adalah untuk mengurangi risiko dari adanya infeksi paru-paru.

Pencegahan Absestosis

Sebagai cara terbaik untuk mencegah adanya infeksi penyakit ini yang paling utama adalah menghindari paparan asbes. Terlebih bagi seseorang yang bekerja di bidang yang rentan terhadap paparan asbes. Cara pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan pelindung wajah dan pakaian khusus ketika sedang bekerja, seperti memakai masker dan lain sebagainya.

Apabila bangunan rumah menggunakan asbes dan sudah rusak, segera diganti dengan bahan lain yang lebih aman. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa asbes rusak merupakan penyebab utama seseorang bisa terkena penyakit paru-paru ini. Guna pencegahan lebih awal, segera lakukan pemeriksaan ke dokter setelah muncul gejala penyakit ini supaya mendapat penanganan tepat.

Read More

Beberapa Kondisi yang Menyebabkan Keringat Dingin

Pernahkah Anda berkeringat yang cukup banyak padahal sedang tidak kegerahan atau melakukan aktivitas fisik yang berat? Jika pernah, itulah yang disebut dengan istilah keringat dingin. Keringat dingin dikenal dengan istilah medis diaphoresis.

Keringat dingin ini sering muncul di bagan-bagian seperti telapak tangan dan kaki, serta ketiak. Setelah diusut sebab-sebabnya, keringat dingin muncul lantaran respons tubuh kita terhadap kondisi “tidak beres” di diri kita, baik itu berkaitan dengan fisik maupun psikologis. Namun, keringat dingin berkait erat dengan hormon adrenalin. Oleh karenanya, ketika Anda sedang gugup, deg-degan, atau memikirkan sesuatu yang membuat Anda cemas, biasanya keringat dingin akan muncul dengan sendirinya.

Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata ada banyak sekali kondisi yang juga dapat menyebabkan keringat dingin, lho. Apa saja itu? Berikut di antaranya:

  • Mual atau Vertigo

Seseorang biasanya akan mengalami keringat dingin saat mual. Walau begitu, hal ini tidak selalu pasti. Selain itu, pengidap vertigo juga dapat membuat mendapatkan kondisi ini. Gangguan yang menyebabkan pusing ini dapat menyebabkan keluarnya keringat dingin ketika terjadi.

  • Infeksi dan Sepsis

Salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang mengalami keringat dingin adalah infeksi. Hal ini disebabkan oleh bakteri atau virus yang menyerang jaringan tubuh. Pada kebanyakan kasus, infeksi menyebabkan jaringan tubuh kamu meradang ketika sistem kekebalan sedang melawan infeksi.

Kamu juga dapat mengalami keringat dingin ketika terserang sepsis. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan merespons infeksi pada perut, paru-paru, sistem kemih, atau jaringan tubuh penting lainnya. Sepsis dapat menyebabkan darah menggumpal, sehingga membuat darah dan oksigen sulit masuk dan pada akhirnya menyebabkan keringat dingin.

  • Syok

Gangguan ini terjadi ketika tubuh harus bereaksi terhadap suatu kondisi yang ekstrem atau terjadinya cedera parah. Ketika tubuh kamu mengalami syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah dengan normal. Syok yang terjadi menimbulkan gejala keringat dingin. Gangguan ini dapat berdampak fatal apabila tidak segera diobati.

  • Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan sakit parah untuk waktu yang lama. Keringat dingin biasanya terjadi selama migrain karena tubuh merespons rasa sakit.

  • Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika gula darah pada tubuh kamu turun ke bawah ambang normal. Hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan gula darah, yang berakibat juga pasokan oksigen yang masuk menurun. Jika ini terjadi, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kadar glukosa tinggi.

  • Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Hipoksia bisa terjadi saat menghirup asap, atau pergi ke tempat yang tinggi di mana pasokan udara berkurang. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya seperti kesulitan bergerak, kehilangan fokus, dan sulit bernapas.

  • Hipotensi

Gangguan ini terjadi ketika tekanan darah turun secara drastis. Penurunan tekanan darah ini adalah hal yang normal terjadi ketika kamu tidur atau melakukan sedikit aktivitas. Walau begitu, hipotensi dapat berkembang menjadi gangguan serius, sehingga otak atau organ penting lainnya tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

  • Menopause

Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis seiring dengan berakhirnya siklus menstruasi. Sejurus dengan datangnya hot flash secara tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok. Gejala umum menopause lainnya termasuk kesulitan tidur, perubahan suasana hati, dan penambahan berat badan.

***

Kira-kira itulah beberapa penyebab atau kondisi yang mendorong keluarnya keringat dingin. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengelola emosi dan mental Anda sebaik mungkin. Tindakan medis mungkin dapat diberikan tergantung dari apa penyebab keringat dingin yang Anda derita.

Read More

Pengobatan untuk Penyakit Diabetes Insipidus

Jika Anda sering merasa dehidrasi dan volume urine terlalu banyak 3-4 liter dalam satu hari, kondisi ini bisa dibilang sebagai gejala diabetes insipidus. Diagnosis bisa dilakukan dengan beberapa tes, termasuk pemeriksaan urine dan cairan. Urine pada penderita diabetes insipidus memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Konsentrasi garam dan produk sisa rendah dan jumlah air yang diekresikan tinggi.

Dokter mengevaluasi konsentrasi urine dengan mengukur berapa banyak partikel dalam 1 kilogram air atau membandingkan berat urine dengan volume air suling yang sama. Pengobatan diabetes insipidus pun tergantung tipe dan beratnya kondisi penderita. Pada kasus yang lebih ringan, dokter akan merekomendasikan penderita untuk mengelola konsumsi cairan hariannya.

  • Pengobatan hormon

Pengobatan yang paling umum dari semua tipe diabetes insipidus adalah desmopressin, yang merupakan bentuk sintetik dari hormon vasopressin.

  • Obat dan perawatan

Pada penderita diabetes insipidus nefrogenik, mengobati penyebab dapat menyembuhkan masalah, termasuk desmoressin dosis tinggi, bersamaan dengan obat lain seperti diuretic bisa dikonsumsi sendiri atau bersama dengan aspirin/ibuprofen/indometasin.

Pengobatan diabetes insipidus dengan desmopressin tersedia dalam bentuk semprotan hidung dan tablet. Desmopressin umumnya aman dengan sedikit efek samping, seperti sakit kepala, sakit perut, hidung tersumbat, dan mimisan.  

Untuk obat berbentuk semprotan hidung, cukup menyemprotkannya sekali atau dua kali sehari. obat jenis ini dapat menyerap dengan cepat dalam aliran darah. Namun, saat pilek obat ini tidak direkomendasikan untuk digunakan. Sedangkan untuk obat tablet, perlu meminumnya lebih dari dua kali sehari. Hal ini dikarenakan obat ini tidak diserap secara efektif oleh usus dibandingkan lewat saluran hidung.

  • Mengobati kondisi khusus

Jika diabetes insipidus disebabkan oleh kondisi lain, seperti tumor atau masalah dengan kelenjar pituitary, maka dokter akan mengobati kondisii tersebut dan kemudian menentukan apakah pasien membutuhkan pengobatan. Tidak ada pengobatan spesifik untuk dipsogenic (rasa haus), tetapi pengobatan difokuskan pada gejala atau penyakit mental yang mendasarinya.

Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika terdapat dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu urine berlebih dan sering merasa dehidrasi. Sebelum berkonsultasi ke dokter pun Anda perlu mempersiapkan hal-hal berikut ini:

  • Mengetahui hal-hal yang harus dihindari sebelum melakukan pemeriksaan
  • Tuliskan semua gejala yang dialami, termasuk yang tidak berhubungan dengan alasan menemui dokter
  • Tuliskan informasi pribadi yang penting
  • Tuliskan informasi medis pribadi dan keluarga
  • Ajak teman atau keluarga saat berkonsultasi ke dokter untuk membantu mengingat informasi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter

Saat berkonsultasi dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk menegakkan diagnosisnya. Biasanya dokter akan menanyakan:

  • Sejak kapan mengalami gejala?
  • Berapa banyak mengeluarkan urine dalam sehari?
  • Berapa banyak minum air dalam sehari?
  • Apakah Anda bangun di tengah malam untuk mengeluarkan urine dan minum air?
  • Apakah Anda hamil?
  • Apakah Anda sudah diobati atau baru saja melakukan pengobatan terhadap kondisi medis?
Read More

Hal-hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Sepsis

Sepsis adalah hasil respon kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri yang masuk ke dalam darah. Sepsis sering mengakibatkan kegagalan organ tubuh dan cedera. Sepsis merupakan kondisi darurat medis yang dapat berakibat fatal bakit mereka yang mengidap “keracunan darah” ini. Setiap tahunnya di Amerika Serikat terdapat lebih dari 1 juta kasus sepsis dengan sepsis sebagai salah satu dari 10 penyakit paling mematikan di Amerika. Artikel ini akan membahas hal-hal seputar sepsis dengan lebih mendalam.

Apa itu sepsis?

Sepsis merupakan kondisi spesifik tertentu yang disebabkan oleh infeksi bakteri di dalam darah, biasa disebut dengan septicemia atau keracunan darah. Septicemia dapat menyebabkan sepsis saat racun dilepaskan oleh bakteri penyebab septicemia dan sistem kekebalan tubuh mengaktifkan respon peradangan besar-besaran untuk melawan racun ini (proses ini disebut dengan sepsis).

Infeksi bakteri adalah penyebab umum dan utama penyakit sepsis. Infeksi tubuh apapun dapat memicu kondisi ini dan organ yang paling rawan terkena adalah paru-paru, saluran kemih, dan daerah perut. Penelitian juga menunjukkan sepsis yang disebabkan karena infeksi jamur juga semakin bertambah akhir-akhir ini. Lansia memiliki risiko terkena sepsis lebih besar. Hal ini dikarenakan efek penuaan terhadap sistem kekebalan tubuh. Risiko terkena sepsis juga meningkat bagi mereka yang baru saja selesai menjalani operasi.

Sepsis dapat menyerang siapa saja yang memiliki infeksi akibat komplikasi, namun orang-orang yang paling rentan terkena sepsis adalah anak-anak dan orang tua, dan orang-orang dengan faktor risiko seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit kronis seperti diabetes, penyakit hati dan ginjal, AIDS, dan kanker, dan luka parah seperti kulit terbakar. Kerentanan terhadap penyakit sepsis mulai menyebar karena banyak orang mulai melakukan prosedur invasif seperti transplantasi organ dan melakukan kemoterapi serta resistensi terhadap antibiotik (mikroba semakin kebal terhadap obat-obatan yang seharusnya mengatur infeksi).

Pencegahan penyakit sepsis

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan 3 pendekatan umum untuk megurangi risiko infeksi yang dapat mengakibatkan sepsis. Tiga pendekatan ini penting terutama untuk anak-anak, orang tua, dan mereka yang rentan menderita komplikasi karena infeksi. 3 hal yang harus dilakukan tersebut adalah:

  • Apabila disarankan oleh dokter, lakukan vaksinasi untuk melawan potensi terjadinya infeksi seperti vaksinasi flu dan pneumonia
  • Pastikan luka atau lecet tetap bersih untuk menghindari infeksi dan lakukan gaya hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan teratur
  • Apabila terjadi infeksi, waspada terhadap gejala-gejala sepsis seperti demam, detak jantung yang cepat, pernapasan yang cepat, serta bingung, dan dapatkan bantuan medis secepatnya.

Sepsis pada bayi dan lansia

Sepsis dapat terjadi pada bayi yang baru lahir. Risiko sepsis meningkat terutama pada bayi yang lahir prematur, tingkat kelahiran rendah, dengan nilai APGAR yang rendah, dan infeksi pada ibu atau hadirnya streptococcus grup B di dubur dan vagina. Sepsis ini umumnya akan terjadi pada bayi laki-laki. Penyebab sepsis pada bayi dapat disebabkan karena virus, bakteri, atau jamur. Komplikasi dapat berupa encephalitis dan meningitis. Perawatan sepsis ini dapat dilakukan. Sepsis ini fatal pada bayi, terutama mereka yang lahir prematur. Pada lansia, risiko sepsis meningkat terutama pada mereka yang menderita kanker, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Mereka yang memiliki sistem imun lemah dan batasan fungsi akibat hilangnya otot dan perubahan saraf juga rentan terkena sepsis. Selain itu, efek penuaan juga meningkatkan risiko seseorang menderita sepsis.

Read More

Waspadai Antimon, Logam Beracun yang Bisa Menyusup ke Tubuh Kita

antimon logam beracun

Antimon adalah kandungan kimia yang berasal dari biji besi. Unsur kimia dengan lambang Sb dan nomor atom 51 ini digunakan secara luas di industri. Penggunaan terbanyaknya adalah sebagai bahan penampik api, yang diaplikasikan di mainan, jok mobil, mesin pesawat, sampai pakaian pemadam kebakaran. Antimon juga digunakan pada berbagai produk kaca, keramik, dan baterai.

Dibanding saudara-saudaranya yang juga beracun–seperti timbal, arsenik, barium, dan aluminium–, antimon tidak sering terdengar. Situasi ini tidak ideal karena antimon terdapat di banyak barang di sekitar kita dan paparan racunnya bisa membahayakan kesehatan.

Paparan senyawa antimon biasa terjadi melalui dua cara: pekerjaan rutin dan terapi. Gejala dan masalah yang ditimbulkan bisa sangat berbeda antara keduanya. Di luar itu, ada antimon juga bisa menyusup ke tubuh lewat air minum. Meski jumlah kasus yang ditemukan sangat kecil, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat pernah mengeluarkan peringatan bahwa minum air dengan kandungan antimon tinggi dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Terpapar Akibat Pekerjaan

Orang yang bekerja di industri atau lokasi yang bersinggungan dengan senyawa antimon memiliki prevalensi tinggi kena paparan. Penelitian menyatakan para pekerja pelabuhan merupakan kelompok pekerja yang paling rentan terpapar antimon.

Penyebabnya adalah antimon digunakan di kampas rem truk dan alat-alat berat, yang menjadi “teman kerja” para buruh pelabuhan setiap hari. Dari kendaraan, racun antimon tersebar bersama sisa gerusan kampas rem dan terhirup para pekerja. Penelitian mendapati mereka memiliki kandungan antimon terbanyak dalam darah dibanding kelompok pekerja lain. Buruh pelabuhan juga dicurigai terpapar berbagai kandungan logam berat lain.

Hal yang mengejutkan dari penelitian soal paparan antimon pada kelompok pekerja adalah tidak ditemukannya kandungan kimia berbahaya tersebut pada anggota pemadam kebakaran. Padahal, sejak 1960-an, hampir seluruh pemadam kebakaran di dunia mengenakan mantel anti api yang dilapisi antimon.

Terpapar Akibat Terapi

Kita juga bisa terpapar antimon akibat terapi schistosomiasis (dikenal juga dengan bilharziasis, demam siput, demam Katayama) dan leishmaniasis (penyakit yang disebabkan oleh parasit lewat gigitan lalat). Antimoni digunakan dalam terapi kedua penyakit tersebut. Efek sampingnya bisa memicu radang pankreas dan kerusakan jantung.

Masalah Kesehatan yang Ditimbulkan

Paparan antimon menimbulkan reaksi yang berbeda-beda. Orang yang sehari-hari berada di lingkungan yang dipenuhi senyawa antimon, seperti pekerja pelabuhan, dapat menderita gangguan seperti pneumoconiosis (penumpukan debu dalam paru-paru), masalah perut dan dan pencernaan, muncul bintik-bintik pada kulit, dan iritasi saluran pernafasan. Masalah yang lebih berat terjadi ketika seseorang betul-betul menghirup debu antimon. Orang itu dapat menderita depresi, pusing, sakit kepala, muntah-muntah, sakit ginjal, atau sakit liver. Salah satu senyawa, yaitu antimon trioksida, bahkan tergolong karsinogen atau zat penyebab kanker.

Mengurangi Risiko Paparan Antimon

Selama beberapa dekade terakhir, berbagai lingkungan kerja telah membuat arahan untuk mengurangi risiko keracunan antimon. Begitu juga terapi di rumah sakit, yang dikontrol dengan ketat untuk menekan kemungkinan terjadinya efek samping. Para pasien terapi schistosomiasis dan leishmaniasis terus dipantau kadar antimon dalam darahnya.

Badan Kesehatan Amerika Serikat dan Eropa juga memantau kandungan antimon di berbagai minuman jus konsentrat, serta air minum kemasan. Sebab, ada kemungkinan antimon masuk ke air dari penguraian botol plastik.

Di luar upaya pemerintah, hal yang lebih penting adalah mengontrol diri sendiri dengan memperhatikan setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi. Meski tidak bekerja di pelabuhan, kita juga perlu mawas diri terhadap lingkungan kerja, tempat kita menghabiskan sebagian besar waktu setiap hari.

Read More

Cara Alami Meredakan Gejala Asma

cara atasi gejala asma

Sebagai pengidap asma, Anda pasti tahu pentingnya menggunakan obat yang diberikan dokter. Obat tersebut bisa berupa obat minum harian dan inhaler yang harus siap sedia di kantong pakaian Anda.

Namun, mengelola asma tidak sebatas pada obat. Terdapat sejumlah hal yang dapat kita lakukan untuk kembali mendapatkan nafas yang sehat dan bebas sumbatan. Beberapa diantaranya jauh lebih menyenangkan dibanding obat.

1. Minum kopi hitam

Saat asma menyerang–mulai batuk, suara parau, dan kesulitan bernafas–, ada alternatif yang bisa kita lakukan di samping menggunakan inhaler, yaitu minum kopi hitam. Kafein dalam kopi mengandung zat yang sama dengan bronkodilator, kelompok obat yang digunakan untuk melegakan pernapasan. Kafein bekerja dengan melegakan saluran pernafasan. Sejumlah penelitian menyatakan efek secangkir kopi hitam terhadap paru-paru bisa bertahan sampai empat jam. Patut dicatat, efek kopi hitam pada asma hanya disarankan pada gejala ringan.

2. Mandi uap

Banyak penderita asma merasa pernafasannya lebih ringan usai mandi air hangat. Hal itu disebabkan uap air membantu membersihkan lendir yang menyumbat saluran pernafasannya. Maka, mandi uap atau steam bath di pusat kebugaran merupakan cara menyenangkan untuk meringankan gejala asma. Jika tidak, cukup mandi air hangat di rumah. Perlu diingat, pemicu asma pada setiap pasien tidak sama. Ada penderita yang asmanya langsung kumat jika terkena udara panas. Pastikan Anda mengetahui faktor pemicu asma Anda.

3. Tambahkan bumbu

Jahe dan bawah putih memiliki kandungan zat anti peradangan yang dapat meredakan gejala asma. Tambahkan jahe dan bawang putih dalam masakan Anda. Kalau perlu, minum air rebusan keduanya, layaknya minum teh.

4. Kendalikan stres

Saat Anda stres, semua otot tubuh menegang, termasuk organ-organ di rongga dada. Mengendalikan stres merupakan salah satu cara meredakan asma. Banyak praktisi kesehatan menyarankan pasien asma untuk melakukan meditasi secara rutin. Bisa melalui yoga, tai chi, dan sebagainya.

5. Terus bergerak

Berolahraga membuat kesehatan paru-paru meningkat. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang cocok dengan kondisi asma Anda. Mulailah dengan intensitas ringan. Misalnya, berjalan, berjalan cepat, baru kemudian berlari.

6. Makan sayuran beraneka warna

Sayuran dengan warna-warna terang menunjukkan tingginya kandungan beta-karoten, vitamin C, dan vitamin E. Berbagai zat itu berguna untuk meredakan peradangan, termasuk di paru-paru.

7. Bersahabat dengan matahari

Banyak orang Indonesia menghindari matahari dengan takut kulit menjadi gelap. Kebiasaan seperti itu membuat tubuh kekurangan vitamin D. Masalahnya, kebanyakan pasien asma akut juga mengalami defisiensi vitamin D, yang disediakan oleh alam lewat sinar matahari. Cara lain mendapatkan vitamin D adalah mengkonsumsi susu, telur, dan ikan.

8. Tarik nafas panjang

Penderita asma wajib mengetahui cara bernafas yang dipraktekkan saat asma menyerang. Tarik nafas panjang dari hidung, lalu keluarkan lewat mulut secara perlahan dengan rentang waktu dua kali tarikan nafas. Dokter juga akan mengajarkan Anda cara bernafas lewat diafragma atau rongga perut.

9. Waspadai cuaca

Cuaca dapat memicu asma. Ada pasien yang asmanya langsung kambuh begitu terkena cuaca dingin, ada juga yang akibat cuaca panas. Pastikan Anda mengenakan pakaian yang meminimalisir efek cuaca. Perhatikan juga kondisi kelembaban rumah. Kondisi yang terlalu lembab atau terlalu kering juga bisa jadi pemicu asma.

10. Jaga berat tubuh

Kelebihan lemak, terutama di sekitar perut dan dada, dapat menyulitkan nafas. Sel-sel lemak juga bisa menyebabkan peradangan di saluran pernafasan. Penderita asma sebaiknya membatasi konsumsi kalori dan lemak, serta berolahrga secara rutin.

11. Ketahui penyebab asma

Penyebab asma pada setiap orang berbeda. Ada yang alergi terhadap debu, panas, dan lainnya. Anda bisa ke dokter dan laboratorium untuk melakukan tes alergi.

Read More