Phobia Darah, Ini Cara Mengobatinya!

Pernahkah Anda begitu merasa ketakutan saat melihat darah? Jika Anda mengalmai hal tersebut, bisa jadi Anda phobia darah. Bahkan, pada beberapa orang bisa membuat mereka mual, muntah hingga pingsan saat melihat darah. 

phobia darah

Phobia terhadap darah ini disebut dengan hemophobia, dan hal ini bisa berdampak besar pada kesehatan Anda secara keseluruhan. Umumnya, orang yang phobia terhadap darah akan menunda prosedur medis penting bagi tubuhnya. Hal itulah yang bisa menyebabkan masalah kesehatan penderita. Lalu bagaimana cara mengobatinya?

Apa itu hemophobia?

Hemophobia sendiri berasal dari bahasa Yunani “haima” (darah) dan “phobos” (ketakutan). Phobia terhadap darah ini adalah ketakutan yang abnormal dan terjadi secara terus menerus saat Anda melihat darah. Para penderita phobia ini akan takut, cemas, dan panik saat melihat darahnya sendiri, darah hewan, ataupun darah orang lain. Bahkan, pada gambar atau film yang terdapat darah pun mereka akan panik. 

Darah bisa jadi mengingatkan mereka tentang pengalaman mereka akan darah ataupun cedera yang diderita. Beberapa orang yang menderita phobia ini mengalami reaksi phobia yang khas, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan detak jantung yang cepat. 

Tetapi, penderita lain yang mengalami reaksi atpikal biasanya ditandai dengan penurunan tekanan darah dan detak jantung yang menyebabkan mereka pucat serta lemah. Mereka bahkan mudah pingsan. 

Gejala phobia darah

Umumnya, hampir semua jenis phobia memliki gejala dan emosional yang sama, pun dengan hemophobia. Gejala tersebut dapat dipicu dari melihat darah secara langsung ataupun tidak langsung. Nah, berikut beberapa gejala fisik yang biasanya terjadi:

  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Gemetar
  • Merasa mual di sekitar darah atau cedera
  • Berkeringat

Tidak hanya gejala fisik saja yang muncul, bahkan gejala emosi pun bisa muncul, seperti perasaan cemas yang ekstrim, keinginan yang kuat untuk melarikan diri dari situasi tersebut (adanya darah di sekitarnya), merasa seperti Anda kehilangan kendali, merasa seperti Anda mau pingsan atau mati, dan merasa tidak berdaya atas ketakutan Anda. 

Bagaimana mengobati phobia darah?

Ada beberapa pilihan untuk mengobati phobia darah ini, dan berikut di antaranya:

  • Terapi prilaku kognitif atau cognitive behavioral theraphy (CBT). Adalah perawatan yang melibatkan pemeriksaan dan perubahan pikiran dan perilaku yang mendasari dan berkontribusi pada gejala yang tidak diinginkan. CBT adalah pengobatan efektif untuk phobia ini.
  • Terapi desesitisasi. Adalah pengobtan untuk phobia yang melibatkan bertahap dengan memaparkan apa yang ditakuti (phobia) orang tersebut, pada hal di sini adalah darah. Hal tersebut dilakukan sampai situasi atau darah tidak lagi menimbulkan rasa takut pada dirinya. Terapi ini umumnya sangat efektif dalam mengobati phobia darah.
  • Relaksasi. Apapun mulai dari pernapasan dalam hingga olahraga dan yoga dapat membantu mengobati hemophobia. Dengan melakukan Teknik relaksasi ini dapat membantu Anda meredakan stres dan gejala fisik yang muncul akibat phobia. 

Selain beberapa terapi tersebut, penggunaan obat pun sering diresepkan untuk membantu mengobati atau megnurangi gejala hemophobia. Berikut beberapa obat yang biasanya diberikan pada penderita phobia darah. 

  • Antidepresan, atau yang disebut dengan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat digunakan untuk mengobati phobia. Terkadang obat-obatan digunakan bersamaan dengan pengobatan lain seperti desensitisasi atau terapi lainnya. 
  • Beta-blocker, adalah obat yang melawan efek adrenalin dalam tubuh. Obat-obatan ini digunakan untuk mengobati phobia. Propranolol (Inderal) adalah salah satu jenis beta-blocker. 
  • Benzodiazepine, adalah obat lain yang juga digunakan untuk mengobati phobia. Obat ini dapat membuat Anda lebih rileks, tetapi dapat membuat Anda ketagihan dan overdosis. Oleh karena itu, jangan menggunakan obat tersebut tanpa resep dokter. 

Jadi, jika Anda mengalami phobia darah bicaralah dengan dokter tentang ketakutan Anda terhadap darah. Terutama jika hal tersebut telah membuat Anda ketakutan berlebihan hingga hampir pingsan. Lakukan perawatan secara rutin sesuai anjuran dokter dan jangan melewatkannya. 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*