Risiko Chemical Peel Sendiri di Rumah

Tidak diragukan lagi bahwa banyak orang terutama perempuan ingin mempunyai wajah yang putih, bersih dan terlihat segar. Tak sedikit perempuan yang melakukan segara cara baik menggunakan berbagai macam produk kosmetik hingga menjalani perawatan Chemical Peel. Meski demikian, salah satu perawatan wajah ini bisa saja merusak wajah jika dilakukan dengan asal.

Tujuan perawatan ini memang baik yakni memperbaiki dan membuat lembut lapisan kulit terluar yang sudah rusak. Namun, perawatan ini juga bisa membuat kulit wajah mengelotok hingga memerah seperti terbakar. Hal ini diakibatkan karena adanya pengelupasan kulit ketika melakukan perawatan wajah ini, dampak lainnya adalah gampang terserang flek atau bintik hitam.

Dampak Chemical Peel

Elastisitas pada kulit akan berkurang jauh jika kulit tersebut menjadi tipis dan biasanya akan sangat sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, kulit tidak memiliki pigmen yang cukup melindunginya dari penuaan dini. Hal ini membuat seseorang memerlukan perawatan ekstra, alasannya karena kulit tak jarang terlihat menampakkan garis-garis harus.

Pakar kulit dan kelamin, Dr Retno Iswari Tranggono, SpKK menyebut bahwa tidak benar-benar ada istilah beauty is pain. Menurutnya kulit cantik dan sehat bukan merupakan hasil dari perawatan dengan cara instan. Melainkan menggunakan perawatan yang benar-benar rutin dan selalu terjaga kondisinya.

Diakui oleh Dr Retno Iswari Tranggono, SpKK bahwa kulit perempuan Indonesia tidak akan pernah seputih kulit perempuan Jepang atau China. Hal ini berdasar pada melalin atau zat warna kulit yang terdapat di dalam tubuh perempuan Aisa sudah cukup banyak. Hal ini berdampak pada proses pemutihan maka pigmen yang seharusnya menolak sinar matahari malah berkurang.

Lebih lanjut, diakui oleh Retno Iswari bahwa teknik pengelupasan atau peeling yang dilakukan baik menggunakan alat atau krim saat ini memang memberikan hasil yang instan. Namun, misalnya satu kali lepas dari penggunaan krim pengelupasan maka wajah secara otomatis akan kembali menjadi hitam.

Tak hanya membuat wajah kembali hitam, sekali berhenti melakukan pemakaian produk krim peeling tersebut bisa lebih parah dari itu. Misalnya seperti membengkak, muncul bintik-bintik putih dan hitam hingga jerawat ganas. Meski demikian, jika seseorang sudah dalam kondisi ini, terdapat beberapa cara untuk mengobatinya.

Dampak yang paling dikhawatirkan adalah jika krim yang digunakan mengandung zat pemutih seperti merkuri, Retin A dan hydroquinon. Beberapa kandungan ini jika digunakan akan masuk ke pembuluh darah dan menimbulkan pembengkakan, paling parah bisa menimbulkan kanker kulit hingga merusak ginjal dan hati.

Salah satu dampak paling parah penggunaan peeling secara mandiri di rumah bisa dialami ibu hamil. Dampak buruk ini bisa disebabkan karena beberapa kandungan yang disebutkan di atas, bahan-bahan tersebut bisa membuat keracunan pada embrio, teratogenic hingga munculnya cacat pada janin ibu hamil.

Terlepas dari Chemical Peel yang dianggap merupakan cara instan untuk merawat kulit, terdapat cara yang lebih aman. Pada dasarnya kulit manusia mengalami pertumbuhan setiap 21 hari untuk melakukan regenerasi. Nantinya kulit mati bisa diangkat menggunakan scrub atau dengan menggunakan alat micro dermabration atau teknik mengangkat kulit mati dengan bubuk abrasi.

Cara tersebut membuat lapisan kulit tanduk akan terangkat, selain itu untuk melakukan perawatan scrubbing seseorang tak perlu menunggu berumur lebih dari 20 tahun karena bisa dilakukan sejak usia 17 tahun. Berbeda dengan peeling dan micro dermabration yang baru bisa dilakukan mulai umur 30 tahun.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*