Syarat Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Yang Berhenti Bekerja

Dulu dikenal dengan naman Jamsostek, atau Jaminan Sosial Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan memberikan harapan bagi para pekerja Indonesia. Keberadaannya sebagai sebuah asuransi baik bagi pekerja formal maupun non-formal memberikan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja yang mungkin dapat terjadi. Tidak berhenti sampai di situ saja, BPJS Ketenagakerjaan juga membeirkan jaminan hari tua (JHT) dan jaminan kematian. Para peserta BPJS Ketenagakerjaan diperbolehkan untuk melakukan proses klaim uang JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 100 persen. Hal tersebut diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2015, yang mana merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2015 tentang semua Penyelenggaraan Program JHT (Jaminan Hari Tua). Dengan peraturan tersebut, para peserta yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau memutuskan untuk berhenti bekerja karena alasan apapun dapat mengambil JHT sesuai dengan jumlah saldo yang dimiliki 100%. Selain untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti bekerja, dana JHT tersebut juga dapat diambil oleh keluarga pekerja yang meninggal dunia, atau para peserta yang mengalami kecelakaan dan menderita cacat tetap. Pekerja yang sudah berusia 56 tahun juga diperbolehkan untuk mengambil JHT tersebut. Adapun syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan bagi mereka yang telah berhenti bekerja adalah sebagai berikut.

Syarat pencarian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang berhenti bekerja

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti bekerja, baik karena alasan resign (mengundurkan diri) ataupun mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berhak mencairkan dana JHT yang dimilikinya. Pembayaran saldo JHT tersebut akan dilangsungkan secara tunai setelah peserta memenuhi masa tunggu satu bulan terhitung mulai dari tanggal surat resign atau tanggal PHK diterbitkan. Adapun syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan akibat berhenti bekerja karena mengundurkan diri adalah:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Melampirkan surat keterangan resign (pengunduran diri) dari perusahaan asli dan fotokopi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Tidak banyak berbeda dengan syarat klaim dana JHT bagi peserta yang resign, adapun syarat bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah sebagai berikut:

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Bukti persetujuan bersama (harus sudah didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Syarat pencarian BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang berusia 56 tahun atau sudah pensiun

Tidak harus menunggu berhenti bekerja atau di-PHK bagi Anda untuk mengambil dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki. Apabila Anda adalah seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah berusia setidaknya 56 tahun, Anda berhak mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki sebesar 100 persen.  Hal ini juga berlaku bagi Anda yang sudah pensiun. Adapun sebelum Anda mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan baik kantor pusat maupun cabang, Anda perlu membawa persayaratan berikut ini.

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi
  • Surat keterangan perusahaan asli dan fotokopi
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK) yang berlaku asli dan fotokopi
  • Buku tabungan asli dan fotokopi

Itulah tadi syarat cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila Anda membawa syarat-syarat yang diminta dengan lengkap, proses pencairan tidak akan memakan banyak waktu. Lengkapi syaratnya dan ambil hak Anda sekarang juga.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*