Cara Memperlancar ASI dengan Makanan

Apakah Anda termasuk ibu yang khawatir tidak menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi Anda? Tenang, ternyata Anda tidak sendirian. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, terdapat sekitar 75% ibu baru khawatir mengenai produksi ASI yang tidak mencukupi. Lalu bagaimana cara memperlancar ASI Anda?

Tenang, ternyata ada cara untuk meningkatkan produksi ASI Anda. Terdapat beberapa cara untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan produksi ASI dengan cara mengkonsumsi makanan.

Berikut adalah beberapa makanan alami yang dapat meningkatkan pasokan ASI Anda:

  1. Barley dan barley malt

Salah satu komponen bir, yaitu barley ternyata bersifat laktogenik. “Barley adalah sumber makanan yang kaya akan beta-glukan, polisakarida yang telah terbukti meningkatkan kadar prolaktin yang dikenal sebagai hormon menyusui, pada manusia dan hewan,” tulis Simpson.

Cara menggunakannya:

Tambahkan seluruh berley ke sup, semur, salad, atau bahkan pasta. Gunakan serpihan barley untuk membuat susu, atau tambahkan barley malt ke dalam resep roti atau kue buatan rumah Anda.

  1. Adas dan biji fenugreek

Adas adalah sayuran dengan umbi putih, manis, beraroma licorice dan daun hijau tipis. Baik tanaman dan bijinya, fenugreek, mengandung fitoestrogen, yang telah lama diyakini membantu produksi susu.

Cara menggunakannya:

Dapat digunakan untuk seluruh makanan. Adas juga lezat apabila dikonsumsi secara mentah, atau Anda dapat tumis adas hanya dengan minyak zaitun dan cuka balsamic. Selain itu, adas juga sangat enak bila dipadukan dengan ayam panggang dan ikan.

  1. Gandum

Oats atau gandum merupakan salah satu makanan yang dapat memperlancar dan pembuat ASI yang paling terkenal. Karena gandum memiliki konsentrasi beta-glukan yang lebih tinggi daripada makanan lain pada umumnya.

Cara menggunakannya:

Oat atau gandung cukup mudah untuk dimasukkan ke dalam makanan Anda — dimasak atau dikonsumsi bersama dengan buah-buahan yang dipadukan bersama susu, dicampur ke dalam adonan muffin dan kue.

  1. Biji-bijian utuh lainnya

Selain barley dan gandum, beras merah dan tepung gandum juga kaya akan beta-glukan yang dapat membantu Anda dalam memproduksi lebih banyak ASI.

Cara menggunakannya:

Tukarkan tepung terigu Anda dengan tepung gandum utuh, baik di dalam roti, panekuk, dan muffin, serta gantilah beras putih Anda dengan beras merah.

  1. Pepaya

Buah pepaya telah digunakan baik mentah maupun dimasak sebagai galactogog dalam budaya Asia selama berabad-abad. Buah pepaya dapat membantu Anda meningkatkan pasokan ASI.

Cara menggunakannya:

Konsumsilah pepaya dengan yogurt, sereal, dan buah lainnya.

Berikut makanan lain yang berpotensi meningkatkan produksi ASI Anda:

  • Dill
  • Aprikot
  • Asparagus
  • Bawang putih
  • Bit merah
  • Biji wijen
  • Biji bunga poppy
  • Biji jintan
  • Biji adas
  • Biji ketumbar

Akan sangat baik dan bagus untuk Anda mencatat semua makanan yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI Anda, tetapi Anda juga perlu untuk mengetahui daftar makanan yang dianggap antilaktogenik – berupa tanaman, jamu dan obat-obatan yang dapat mengurangi pasokan ASI Anda.

Berikut 2 makanan antilaktogenik:

Alkohol

Alkohol dapat menghalangi pelepasan oksitosin, yang menghasilkan penurunan jumlah ASI pada ibu menyusui. Konsumsi alkohol jangka panjang yang kronis diketahui menyebabkan penurunan pasokan ASI Anda secara cepat.

Sage, peterseli, peppermint, dan mentol

Namun, daun-daun ini aman dikonsumsi sebagai bumbu dalam daging panggang atau masakan lainnya, seperti peppermint sering ditemukan dalam teh dan permen.

Jika Anda khawatir bayi Anda tidak mendapatkan cukup ASI atau merasa bahwa bayi Anda tidak berkembang sesuai harapan Anda, bicarakan dengan dokter Anda atau konsultasikan dengan spesialis laktasi untuk mengetahui cara tepat memperlancar ASI Anda. Jika masalah yang Anda hadapi adalah produksi ASI yang rendah, mungkin Anda dapat membuat beberapa perubahan pada rutinitas Anda atau merubah teknik menyusui, atau mungkin menyesuaikan obat yang sedang Anda konsumsi.

Read More

Inilah yang Bayi Rasakan saat Proses Persalinan

bayi setelah persalinan

Dalam proses persalinan, bukan ibu saja yang berjuang dengan keras. Bayi juga berusaha agar lahir dengan selamat. Dia tidak diam saja, tetapi bekerja sama dengan ibunya. Apa yang terjadi pada bayi saat masa persalinan?

Fase Awal Persalinan

Bayi akan menekankan kepala ke jalan lahir untuk memulai pembukaan serviks. Pada saat itu, ia akan memproduksi banyak hormon oksitosin yang membuatnya tenang dan senang. Jika air ketuban telah pecah dan berwarna kehijauan, itu tandanya bayi mengeluarkan mekonium, yang merupakan kotoran bayi selama dalam kandungan yang keluar karena stres. Jika itu terjadi, Anda harus berada dalam penanganan medis yang ekstra hati-hati.

Bayi akan terus bergerak dan kemungkinan istirahat selama 40 menit. Jika Anda stres dan cemas, si kecil akan merasakan hal yang sama. Hal itu disebabkan oleh kortisol dan adrenalin, hormon-hormon yang dipicu emosi-emosi tersebut, bisa menembus plasenta. Usahakan tetap rileks. Pejamkan mata kemudian bayangkan tempat yang membuat nyaman.

Fase Aktif Persalinan

Bayi mulai merasa terhimpit. Setiap kontraksi membuat rahim mengeratkan diri. Hal ini akan memengaruhi aliran darahnya. Selama ini, ia mendapatkan kebutuhan oksigen dari plasenta. Ketika tali ari menegang selama kontraksi, ia menerima lebih sedikit oksigen.

Biasanya, detak jantung bayi sedikit menurun setelah kontraksi, lalu naik lagi. Sebisa mungkin cobalah rileks dalam jeda kontraksi. Tubuh akan bekerja lebih baik jika dalam keadaan rileks. Tegang sepanjang persalinan bisa membuat Anda kelelahan dan menghambat proses melahirkan.

Fase Transisi

Bayi kini sedikit terkejut karena dinding ruangannya terasa lebih sempit. Namun bayi kemungkinan besar tidak merasakan sakit. Sebab, jaringan saraf yang memungkinkan si kecil menerjemahkan rasa sakit sebagai ‘sakit’ masih belum terbentuk saat proses persalinan.

Untuk mempermudah proses persalinan, coba konsultasikan dengan dokter untuk memanfaatkan gravitasi. Persalinan akan lebih mudah jika Anda dalam posisi merangkak, entah dalam bak air ataupun tempat tidur. Persalinan dengan berbaring di tempat tidur akan membuat bayi seperti berusaha keras mendorong ke atas.

Tahap Kedua

Bayi akan melewati jalan lahir. Untunglah sambungan bagian-bagian tengkorak bayi masih belum keras, sehingga fleksibel saat melewati jalan lahir. Pada tahap ini, detak jantungnya terkadang menurun. Hal ini disebabkan oleh tekanan pada tali ari. Aliran darah dari plasenta kepada bayi menjadi berkurang dan menyebabkan pasokan oksigen menurun.

Cobalah fokus pada pernapasan. Bernapaslah secara teratur untuk memaksimalkan pasokan oksigen bagi Anda dan bayi. Jangan menahan napas.

Kelahiran

Bayi akan merasa sangat terhimpit dan siap menghirup napas pertamanya. Tekanan pada tubuh bayi selama menerobos jalan lahir itu sebenarnya membantu mempersiapkannya untuk hidup di luar rahim. Dengan cara itu, cairan dalam paru-parunya terpompa keluar. Dia juga terhalangi untuk menghirup cairan dan darah saat melewati jalan lahir.

Selama proses ini, dengarkan baik-baik instruksi bidan atau dokter untuk menyesuaikan napas dan menghindari sobeknya perineum akibat bayi keluar terlalu cepat. Tenaga medis pasti ingin membantu buah hati Anda keluar dengan mulus.

Read More