Tak Perlu Panik, Ini Penyebab Haid Tidak Teratur

Setiap wanita pasti melewati siklus menstruasi setiap bulannya. Siklus menstruasi tersebut memungkinkan wanita untuk mengalami haid dalam jarak waktu kurang lebih 28 hari. Akan tetapi, sejumlah wanita mungkin pernah mengalami kondisi haid tidak teratur.

haid tidak teratur

Dalam kondisi normal, wanita melewati siklus menstruasi selama 28 hingga 32 hari. Akan tetapi, wanita yang mengalami haid tidak teratur biasanya memiliki siklus yang mencapai lebih dari 35 hari atau memiliki durasi yang bervariasi setiap bulannya.

Gejala yang muncul saat haid tidak teratur

Apabila Anda mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi, Anda mungkin merasakan durasi haid yang berbeda-beda serta menimbulkan gejala berupa:

  • Waktu antara setiap periode haid terus berubah-ubah
  • Lamanya haid berlangsung bervariasi pada setiap siklus
  • Kehilangan darah dalam jumlah yang terlalu banyak atau justru terlalu sedikit saat haid

Biasanya, haid pertama kali dialami saat wanita memasuki usia remaja, antara usia 10 hingga 16 tahun. Setelah masa itu, saat memasuki usia dewasa, siklus menstruasi akan menjadi lebih teratur. Menjelang menopause, yaitu ada rentang usia 45-55 tahun, Anda mungkin akan kembali mengalami siklus yang tidak teratur.

Akan tetapi, apabila Anda tidak termasuk dalam golongan usia tersebut namun tetap mengalmai kondisi haid yang tidak teratur, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter bisa membantu memastikan faktor penyebab serta upaya penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

Faktor penyebab haid tidak teratur

Ada beberapa faktor yang bisa memicu seseorang mengalami haid tidak teratur. Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron menjadi faktor utamanya. Perubahan ini sangat wajar ditemukan pada remaja perempuan yang sedang melalui masa pubertas serta wanita dewasa yang akan memasuki menopause.

Selain itu, haid yang tidak teratur juga mungkin bisa disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, seperti:

  • Menggunakan alat kontrasepsi spiral yang ditanam dalam rahim
  • Memasuki masa awal kehamilan
  • Sedang berada di tengah masa menyusui
  • Stres yang berlebihan
  • Penurunan atau penambahan berat badan secara ekstrem
  • Gejala penyakit hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Penebalan lapisan rahim
  • Berolahraga terlalu keras dan terlalu banyak
  • Menggunakan obat tertentu untuk mengganti pil KB
  • Kondisi fibroid rahim
  • Sindrom ovarium polikistik

Dalam beberapa kasus tertentu, haid tidak teratur juga mungkin saja disebabkan oleh sindrom asherman, yaitu penyakit yang menyebabkan gangguan pada jaringan parut di lapisan rahim. Akan tetapi, kondisi ini cukup jarang ditemukan.

Waktu yang tepat untuk berobat ke dokter

Ketika Anda merasakan gejala haid yang tidak teratur mesi belum berusia 45 tahun, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Terutama, jika periode haid mencapai lebih dari 7 hari dan terjadi cukup sering bahkan di bawah 3 minggu atau 21 hari.

Haid yang tidak teratur bisa membawa dampak pada kesulitan untuk hamil. Apabila dibiarkan, Anda mungkin akan memiliki peluang yang semkain kecil untuk bisa mengandung.

Karena itu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menerima penanganan yang tepat. Dokter akan mendiagnosa kondisi Anda dan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Setelah itu, dokter akan memberikan rekomendasi penanganan yang paling tepat untuk kondisi Anda. Upaya pengobatan kondisi haid yang tidak teratur berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada faktor penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, hindarilah melakukan upaya penanganan sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dengan bantuan dokter, Anda bisa mengatasi haid tidak teratur agar siklus menstruasi kembali normal.

Read More