Peroleh Tidur Lebih Nyenyak dengan Mendengarkan Musik Relaksasi

Setelah lelah beraktivitas, harapannya Anda dapat beristirahat dengan baik ketika malam. Namun, menjelang tidur kadang mata justru sulit terpejam karena banyak sekali hal yang melintas di pikiran. Tahukah Anda, mendengarkan musik relaksasi dapat membantu tidur menjadi lebih cepat dan lebih berkualitas?

Lalu, musik seperti apakah yang sebaiknya didengarkan sebelum tidur?

Pilihan musik relaksasi

Jenis musik relaksasi umumnya berupa musik-musik yang bertempo lambat dan menggunakan instrumen melodik tunggal, misal hanya piano. Tapi, tentu hal tersebut tidak mutlak. Terdapat beberapa pilihan musik lain yang memberikan efek relaksasi, seperti di bawah ini.

– Musik klasik kontemporer

Jenis musik ini memiliki tempo yang lambat dan mengalir. Tanpa nada yang naik atau turun secara signifikan. Dari awal sampai akhir, musiknya cenderung mengalun. Sehingga pendengarnya dapat menjadi lebih rileks.

– Musik akustik

Bagi banyak orang, musik akustik tanpa suara vokal dirasa memberikan efek menenangkan. Dari berbagai jenis alat musik, akustik gitar cocok untuk dijadikan musik relaksasi yang didengarkan sebelum tidur.

– Musik meditasi atau suara alam

Musik-musik untuk meditasi atau savasana saat yoga, sebagian besar memang merupakan musik relaksasi.

Selain itu, suara alam juga cukup ampuh untuk memberikan efek tenang. Angin semilir, gemericik air, gemerisik daun, hingga kicau burung, biasanya dapat membuat Anda lebih rileks.

Dengan pikiran yang tenang dan rileks, Anda akan lebih mudah tidur. Tak hanya itu, tidur Anda pun dapat lebih nyenyak dan berkualitas.

Perlu dipahami, musik relaksasi bukanlah musik yang sedih. Sebaiknya, Anda tidak mendengarkan musik dengan emosi yang terlalu kuat, baik sedih maupun gembira, sebelum tidur.

Manfaat musik relaksasi

Musik dapat memengaruhi tubuh dan pikiran. Efeknya dapat beragam, ada musik yang memengaruhi pernapasan dan detak jantung, memicu pelepasan hormon, merangsang sistem kekebalan tubuh, hingga meningkatkan pusat kognitif dan emosional di otak.

Oleh karenanya, mendengarkan musik relaksasi dapat membantu Anda mengaktifkan ‘mode tidur’, baik secara fisik maupun psikis. Mengapa musik relaksasi dapat memperbaiki kualitas tidur?

Sebab jenis musik ini dapat membantu Anda menjadi lebih rileks, dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya adalah memperlambat pernapasan, menurunkan detak jantung, menurunkan tekanan darah, menenangkan sistem saraf, meredakan otot yang tegang, serta memengaruhi hormon.

Tubuh kita memiliki hormon yang menghalangi tidur, yaitu kortisol. Sebaliknya, ada pula hormon-hormon yang mempercepat tidur dan memperbaiki kualitas tidur, seperti serotonin dan oksitosin. Nah, musik relaksasi dapat merangsang pelepasan serotonin dan oksitosin, sekaligus menghambat pelepasan kortisol.

Beberapa penelitian memang menyatakan bahwa mendengarkan musik relaksasi dapat mengatasi gangguan tidur. Dengan mendengarkan musik relaksasi, disebutkan bahwa stres dan kecemasan juga berkurang.

Tidur Anda akan semakin nyenyak, bila sebelum berbaring sambil mendengarkan musik relaksasi, Anda mandi dengan air hangat terlebih dahulu. Tempat tidur juga dipastikan sudah bersih dan rapi, serta gunakan lampu tidur yang remang-remang.

Selanjutnya, mulailah berbaring sambil mendengarkan musik relaksasi. Sebaiknya, musik ini tidak didengarkan dengan menggunakan earphone, sebab akan membuat Anda tidak nyaman saat berbaring.

Sambil mendengarkan musik relaksasi, cobalah mengatur napas. Tariklah napas dalam selama kurang lebih empat detik. Ketika menghembuskan napas, niatkanlah untuk turut menghembuskan rasa cemas yang mengganggu Anda. Ulangi hal ini, hingga detak jantung melambat dan pikiran terasa lebih tenang.

Read More