Mengenal Ciri-ciri Kecanduan Energy Drink dan Alternatif Menghentikannya

menilik bahaya kecanduan energi drink

Minuman berenergi atau energy drink tentu sudah tidak asing lagi dong? Meski dapat menambah tenaga, ternyata energy drink tidak boleh dikonsumsi berlebihan dan rutin. Sebab Anda bisa saja menjadi kecanduan energy drink dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Energy drink merupakan minuman yang membuat peminumnya jadi lebih bertenaga dan fokus. Biasanya minuman ini dikonsumsi oleh orang-orang yang melakukan pekerjaan fisik dan membutuhkan konsentrasi. 

Di dalam energy drink terkandung asam amino L-taurin, kafein, ramuan herbal lain, hingga vitamin B yang memberikan manfaat penambah tenaga dan fokus pada seseorang. Namun, ada kandungan lain dalam minuman berenergi yang tidak aman jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Kecanduan Energy Drink dan Ciri-cirinya

Seseorang yang rutin mengkonsumsi minuman berenergi dan jumlahnya banyak, bukan tidak mungkin bisa menjadi kecanduan energy drink. Meskipun secara resmi istilah tersebut belum ada. Seseorang tentu bisa menjadi kecanduan energy drink jika dikonsumsi secara berlebihan sehingga menjadi sulit untuk menghentikannya. Meskipun kecanduan energy drink tidak seberbahaya kecanduan alkohol maupun narkotika, tetap saja energy drink ini memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Ciri-ciri seseorang kecanduan energy drink dapat dilihat karena biasanya ciri-ciri umumnya tidak jauh berbeda dari kecanduan lainnya, yaitu:

  • Ada dorongan kuat untuk meminumnya
  • Tubuh akan terasa lemas, mood berantakan, dan kepala terasa sakit jika tidak mengkonsumsinya
  • Akan terasa sulit jika tidak meminumnya lebih dari satu botol atau kaleng dalam sehari
  • Ada khayalan rasa nyaman saat meminumnya

Efek samping jika sudah terlalu banyak minum energy drink juga pastinya ada. Semakin banyak Anda minum energy drink, semakin banyak pula pemanis buatan dan kafein masuk ke dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa kedua jenis zat ini dapat menyebabkan darah tinggi dan diabetes tipe 2. Bahkan, pemanis buatan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, gigi berlubang, dan berat badan meningkat.

Faktor Penyebab Kecanduan Energy Drink

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang kecanduan energy drink, cepat ataupun lambat. Apa saja?

  • Riwayat Pribadi dan Keluarga

Orang yang ada di lingkungan yang menganggap lumrah mengkonsumsi energy drink biasanya akan menjadi kecanduan karena tidak ada yang membatasi jumlah konsumsinya.

  • Adanya Pemahaman yang Salah

Tidak sedikit yang menganggap bahwa minuman berenergi merupakan solusi instan untuk mendapatkan tenaga ketika melakukan aktivitas harian. Sehingga ada sugesti tidak dapat beraktivitas sebelum minum energy drink.

  • Reaksi Kimia Otak

Efek samping dari gula dan kafein dapat mengurangi efek dopamin. Hormon dopamin dikenal dapat membantu mood Anda menjadi lebih baik sehingga Anda akan merasa senang ketika meminumnya. Namun, keseringan minum energy drink bisa membuat efek dopamin berkurang dan tubuh akan butuh lebih banyak asupan minuman berenergi ini agar efek dopamin sama seperti pertama kali mengkonsumsinya. Sehingga akan memicu meningkatkan jumlah konsumsi energy drink pada seseorang.

Alternatif Makanan dan Minuman Lain yang Bisa Dikonsumsi

Anda perlu membatasi jumlah konsumsi harian minuman berenergi agar tidak mengalami dampak buruk. Anda dapat mengganti dengan makanan atau minuman yang juga membantu Anda bertenaga, yaitu:

  1. Susu coklat yang merupakan kombinasi karbohidrat dan protein. Atau bisa juga mencoba selai kacang dengan smoothie pisang
  2. Minum air putih yang cukup saat banyak melakukan aktivitas, setelah berolahraga, maupun setelah bangun tidur
  3. Konsumsilah makanan yang kaya vitamin dan mineral. Misalnya sayuran, buah-buahan, yoghurt, atau kacang-kacangan

Rutinlah berolahraga meskipun sebentar karena dapat meningkatkan kadar serotonin dan endorphin dalam tubuh. Hal ini akan memberikan banyak energi di tubuh Anda.

Jika Anda sudah merasa kecanduan energy drink, sebaiknya coba untuk mengurangi atau berhenti sama sekali dengan menerapkan alternatif di atas. Namun, jika dirasa masih sulit untuk lepas dari rasa candu, bisa konsultasikan dengan dokter.

Read More