Apa-Apa Saja yang Mesti Diketahui Terkait Tes IQ

hal yang perlu diketahui mengenai tes IQ anak.

IQ atau intelligence quotient yang dalam padanan bahasa Indonesianya disebut “kecerdasan intelektual” merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Tingkat atau “skor” IQ seseorang bisa diketahui melalui tes IQ. Tidak terkecuali, anak-anak yang dapat mengikuti tes IQ anak bahkan ketika masih di bangku sekolah dasar.

Tes IQ adalah metode ukur dengan menggunakan serangkaian komponen yang telah terstandarisasi. Tes ini didesain oleh Wechsler dan dipublikasikan pertama kali pada tahun 1930. Skala pengukuran tes IQ merujuk pada tes Alpha and Beta yang populer pada masanya untuk menguji para pasukan militer Perang Dunia I.

Setelah melalui perjalanan yang panjang, saat ini diketahui bahwa rata-rata IQ manusia di seluruh dunia ada di poin 100. Jika seseorang punya skor IQ lebih dari 100, ia tergolong jenius dibandingkan rata-rata manusia lainnya. Sementara, jika skor IQ-nya kurang dari 100, artinya tingkat kognitif mereka berada di bawah rata-rata berdasarkan standar yang telah “disepakati”.

Komponen dalam Tes IQ

Untuk mengukur kecerdasan seseorang, tidak bisa hanya melihat satu faktor saja. Dalam tes IQ, ada empat komponen yang diujikan, yaitu:

  • Kecerdasan verbal

Meliputi kemampuan memahami, menggunakan, dan mempelajari bahasa. Kemampuan menangkap teks dan kekayaan kosakata merupakan indikator kecerdasan verbal yang tinggi.

  • Kecerdasan numerik

Meliputi kemampuan berhitung. Kemampuan berhitung adalah metode tradisional yang sangat umum untuk mengukur kecerdasan seseorang.

  • Kecerdasan spasial

Meliputi kemampuan menyelesaikan problem spasial yang kompleks.

  • Kecerdasan logika

Meliputi kemampuan menurut suatu masalah secara logis dan beralasan.

Rentang Skor Hasil Tes IQ

Setelah mengantongi skor IQ, angka-angka yang tertulis di sana sudah disepakati menjadi penentu tingkat kecerdasan intelektual seseorang. Berikut ini gambaran rentangan skor IQ yang berasal dari Resing and Blok (2002):

  • Skor di atas 130, artinya sangat jenius. Jumlah populasi: 2,1 persen. 
  • Skor 121-130, artinya jenius. Jumlah populasi: 6,4 persen.
  • Skor 111-120, artinya di atas rata-rata. Jumlah populasi: 15,7 persen.
  • Skor 90-110, artinya rata-rata. Jumlah populasi: 51,6 persen.
  • Skor 80-89, artinya di bawah rata-rata. Jumlah populasi: 15,7 persen.
  • Skor 70-79, artinya mengalami gangguan kognitif. Jumlah populasi: 6,4 persen.

Beberapa Fakta Tentang Tes IQ

  • Tes IQ pertama kali dilakukan untuk mendeteksi keterbelakangan mental

Tes kecerdasan ini seringkali digunakan untuk mendeteksi kecerdasan dan kesuksesan karier seseorang. Padahal tes ini semula digunakan untuk mendeteksi adanya keterbelakangan mental. Dulu, skor tes IQ di bawah 70 dianggap sebagai keterbelakangan mental.

  • IQ dipengaruhi oleh lingkungan

Faktor lingkungan, seperti nutrisi, kondisi sosial ekonomi, stres, dukungan, dan perilaku sosial sangat mempengaruhi skor IQ. Para peneliti juga menemukan bahwa kualitas pendidikan seseorang sangat berpengaruh terhadap tinggi rendah skor yang diperoleh seseorang.

Fakta tentang IQ ini juga didukung oleh sebuah studi yang menyebutkan bahwa skor tes IQ seseorang bisa saja meningkat seiring dengan meningkatnya usia sosial. Ini terjadi karena dengan adanya pertambahan usia, seseorang tentunya akan bertambah wawasan dan pendidikannya (Flynn Effect).

  • Tes IQ cenderung bias budaya dan etnis

Salah satu kritik yang sering ditujukan untuk tes ini adalah sensitivitas pengukurannya terhadap budaya dan etnis seseorang; terutama ketika menyangkut budaya timur dan barat. Alasannya, tes ini belum mempertimbangkan tingkat kognitif, kemampuan komunikasi, serta nilai-nilai yang dianut oleh etnis dan budaya setempat.

  • Batita yang terpapar junk food ternyata memiliki IQ yang lebih rendah

Banyak para peneliti yang memberikan kesimpulan bahwa anak-anak yang mulai mengenal junk foods di usia kurang dari 2 tahun akan mengalami penurunan skor kecerdasan begitu mereka memasuki usia 8 tahun.

Sebaliknya, anak-anak yang mengkonsumsi makanan tinggi vitamin dan mineral, justru memberikan hasil yang lebih baik.

  • Menyusui masih dianggap sebagai salah satu faktor yang bisa meningkatkan IQ seseorang.

Keyakinan ini bisa jadi didasarkan pada fakta bahwa anak-anak yang memiliki hubungan dekat dengan ibunya akan lebih merasa aman dan nyaman. Kedua hal tersebut merupakan faktor yang mendukung tingkat kecerdasan seseorang. Namun, penelitian terakhir menyebutkan bahwa tidak ada kaitan antara IQ dengan menyusui setelah anak berusia lebih dari 2 tahun.

  • Seseorang dengan IQ tinggi ternyata juga cerdas secara sosial

Bertahun-tahun kita sering mendapat gambaran bahwa orang dengan IQ tinggi biasanya lebih suka menarik diri dari pergaulan, sibuk dengan pelbagai penelitian, dan sangat kuno dalam berpakaian.

Meskipun berkorelasi, tidak berarti menjadi penyebab utama; dan fakta tentang IQ terbaru telah membuktikan bahwa seseorang dengan IQ tinggi biasanya juga berhasil dalam pendidikan sekaligus kompetensi sosialnya.

Kira-kira itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait Tes IQ, pengetahuan atau informasi terkait serba-serbi Tes IQ ini bisa membantu kita memahami lebih jauh dan lebih jernih terkait “hitung-hitungan kecerdasan” ini.


Read More